Ini Dia, Tips Agar Kamu Tidak Termasuk Golongan Yang Merugi

Ini Dia, Tips Agar Kamu Tidak Termasuk Golongan Yang Merugi

Setiap manusia yang berada dimuka bumi ini pasti menginginkan kesejahteraan atau keberuntungan dalam kehidupannya. Tidak ada satupun manusia sampai saat ini yang mengatakan dirinya ingin berada dalam ruang lingkup kerugian serta kesengsaraan.

Ketika semua berpikir dan menginginkan diri dalam keberuntungan maka hal yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana ia memperlakukan waktu dalam kehidupannya sehari-hari. Kehidupan manusia pada dasarnya terdapat dalam lingkaran waktu yang terbagi kedalam tiga lingkaran, yaitu masa lalu,saat ini dan masa yang akan datang.

Masa lalu memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi kita agar menjadi insan yang lebih baik pada saat ini, dan saat ini merupakan sebuah moment bagi kita untuk terus meningkatkan perbaikan diri guna menghadapi masa yang akan datang, sehingga nantinya kita menjadi orang yang siap dengan keadaan apapun dimasa mendatang.

Kehidupan manusia berada tidak bisa dilepaskan daru ruang lingkup waktu, dimana dalam waktu tersebut manusia beraktivitas, beristirahat dan beribadah. Sebab itu, islam memandang waktu sebagai sesuatu yang teramat penting, hal itu terbukti dengan beberapa surat Allah yang diawali dengan sumpah Allah menggunakan waktu dengan kalimat ” Demi Waktu”, hal itu terdapat dalam empat surat yaitu Al-Fajr, Adh-Dhuha, Al-Ashr, dan Al-lail. Dan pada setiap Surat Memiliki hikmah dan pembelajarannya masing-masing.

Jika di ibaratkan waktu fajar sama seperti halnya waktu muda. Dimana waktu muda merupakan masa ketika manusia harus rajin belajar, menuntut ilmu agar kelak dewasa bisa produktif dan menghasilkan banyak karya.

Selanjutnya Allah swt. bersumpah dengan waktu dhuha dalam surat Adh-dhuha. seperti diketahui bersama waktu dhuha dimulai dari pagi hari sampai matahari naik sepenggelah dengan warna yang cerah sampai sebelum dzuhur. Antara waktu Pagi sampai sebelum dzuhur merupakan waktu yang dianjurkan untuk produktif didalamnya.

Nah, jika pada waktu fajar atau waktu muda seseorang tidak memanfaatkan waktunya dengan baik untuk belajar serta menambah wawasan lainnya. Maka pada waktu dhuha (dewasa) ia tidak akan mampu untuk berbagi, sebab iapun tidak dapat membiayai dirinya atau tidak dapat menghasilkan sebuah karya yang bisa memberikan manfaat bagi dirinya maupun yang lainnya.

Kemudian, Allah swt. bersumpah dengan waktu Ashr dalam surat Al-Ashr “Demi Waktu Ashar”. dalam surat Al-Ashr allah swt. menegaskan bahwa manusia  berada dalam kerugian. Nah Jika seseorang tidak bisa memanfaatkan waktu fajarnya sehingga pada waktu dhuha (dewasa) iapun tidak bisa menghasilkan apa-apa, maka pada waktu asharpun ia akan termasuk ekdalam golongan yang merugi.

Terakhir Allah bersumpah dalam surat Al-Lail “Demi Waktu Malam” filosofinya waktu malam diibaratkan sebagai waktu kita istirahat atau setelah kita meninggal dunia. jika seseorang pada waktu muda memanfaatkan waktunya untuk belajar, maka di waktu dewasa ia produktif dan dapat  berbagi. Sehingga pada diwaktu ashar (tua) ia tidak akan merugi dan pada waktu malam atau sesudah ia meninggal ia akan tidur dengan nyenyak dan tenang.

Golongan Orang Yang Tidak Merugi

Dalam QS. Al-Ashr ditegaskan bahwasannya setiap manusia berada dalam kerugian kecuali empat golongan sebagai berikut.

Pertama, orang yang beriman kepada Allah swt. ia senantiasa meningkatkan kualitas keimanan kepada-Nya. Sehingga dengan imannya tersebut ia meyakini bahwa setiap hal dalam yang ada dalam kehidupannya dalam hal ini salah satunya adalah waktu akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah swt.

Kedua, orang yang senantiasa mengerjakan amal-amal shaleh dalam kehidupannya sehari-hari.  Dimana amal shaleh ini meliputi banyak hal dari mulai ibadah shalat, puasa, sedekah dan lain sebagainya. Adapun amal shaleh merupakan sesuatu yang akan memberatkan timbangan kebaikan dihari akhir kelak, sehingga orang yang senantiasa melakukannya akan terhidar dari kerugian baik di dunia maupun di akhirat.

Ketiga, orang yang selalu menasihati tentang kebaikan dan keberanran, yaitu kebenaran yang diturunkan oleh Allah melalui Al-Quran dan sunnah rasul. Keempat, orang yang selalu berwasiat atau saling menasihati untuk mengamalkan sikap sabar.

Keempat hal tersebut merupakan amaln yang harus dikerjakan agar seseorang tidak termasuk kedalam orang yang merugi. Sebab, iman, amal shaleh, saling menasihat atau mengajak orang lain untuk melakukan kebenaran dan mengamalkan sikap sabar merupakan sesuatu yang bisa menolong manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Leave a Reply