Cara Menolong Korban Kecelakaan yang Aman dan Benar

Cara Menolong Korban Kecelakaan yang Aman dan Benar

Saat berkendara tak jarang kita melihat kecelakaan lalu lintas. Tentunya ketika melihat kecelakaan peduli adalah sebuah sikap yang kita tonjolkan untuk menolong orang lain yang menjadi korban kecelakaan.

Peduli merupakan sesuatu yang wajar dan menjadi sebab utama seseorang untuk melibatkan diri dan selalu tergerak untuk membantu orang lain. Hanya saja dalam memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan tidak boleh asal. Artinya ketika kita hendak memberikan pertolongan kita harus mengerti terlebih dahulu tentang cara pemberian pertolongan pada korban.

Tidak semua orang mengerti tentang cara tersebut, dan jika melakukan pertolongan tanpa memahami caranya bisa mengakibatkan korban yang seharusnya terselamatkan, ternyata luka yang dialaminya bisa lebih parah.

Dampak tersebut selain dipicu oleh ketidakmengertian juga disebabkan oleh kepanikan. Untuk itu bagi siapapun sangat perlu untuk mengetahui tahapan-tahapan dalam mengatasi trauma dan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Dilansir dari Alodokter.com berikut adalah panduan atau metode dalam menolong korban kecelakaan lalu lintas yang disebut Dr’s ABC, kepanjangan dari Danger, Response, Shout (for help), Airway, Breathing, Circulation. Berikut tahapannya.

D (danger)

Pastikan anda sebagai penolong berada pada lokasi dan kondisi yang tidak berbahaya. Potensi bahaya yang masih mungkin terjadi saat kecelakaan lalu lintas adalah kebakaran, kebocoran gas beracun atau kericuhan masyarakat sekitar kejadian. Perhatikan bahwa pertolongan pertama tidak bisa dilakukan selama diri anda berisiko menjadi korban kecelakaan atau kejadian susulan.

R (response)

Cek tanggapan dari korban dengan cara menepuk dahunya atau ajukan pertanyaan singkat seperti  “Siapa nama anda?” atau “Dapatkah anda membuka mata?”

S (shout for help)

Hubungi segera pihak medis agar korban cepat diberi pertolongan lanjutan. Nomor yang bisa anda hubungi untuk meminta pertolongan darurat adalag 110 untuk menghubungi ambulan dan 112 untuk menghubungi polisi.

Berikanlah informasi terkait keadaan korban dengan jelas, misalnya apakah korban mengalami pendarahan hebat atau tidak, mengalami kesulitan bernapas atau tidak, memberi tanggapan atau tidak ketika diajak berbicara.

Selanjutnya jika memungkinkan, Anda dapat melakukan metode ABC untuk melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lentas sebagai berikut.

A (airway)

Anda bisa mengupayakan pertolongan dengan menempatkan tangan dibawah dagu korban kemudian angkat dagu ke depan (chin lift) untuk membuka jalur napas. Tempatkan tangan anda didahi korban dan dorong kebelakang (head tilt) apabila manuver dagu tidak membantu.

B (breathing)

Pastikan korban benar-benar bernapas minimal selama 10 detik. Periksalah pernapasan korban dengan cara melihat naik turunnya dada, mendengar dan merasakan suara napas. Jika korban tidak sadar, namun tetap bernapas, miringkan tubuhntya. Namun, pastikan juga posisi kepala, leher dan tulang belakang tetap lurus. Perhatikanlah napas korban hingga petugas medis datang.

C (compression)

Kompresi dada atau bisa disebut juga CPR (cardiopulmonary resuscitation) dapat dilakukan jika tidak tampak tanda-tanda pernapasan pada korban dan tidak ditemukan adanya denyut nadi. Jika korban adalah orang dewasa, tekan kedua tangan Anda di bagian tengah dada korban. Tekan dengan kedalaman sekitar 5-6 cm, dengan kuat dan cepat.

Jika korbannya bayi, cukup tekan menggunakan dua jari Anda, dengan tekanan yang tidak terlalu kuat. Namun, sebaiknya lakukan hal ini jika sudah benar-benar memahami bagaimana caranya, untuk mencegah risiko memperburuk kondisi korban.

Sahabat, pemahaman tentang cara atau panduan pertolongan pertama pada kecelakaan adalah hal yang penting ketika berada dalam perjalanan. Semoga bahasan diatas bermanfaat dan semoga juga kita senantiasa diberi keselamatan disetiap perjalanan kita. Aamiin

Leave a Reply