Do’a Adalah Senjata Bagi Kaum Muslimin

Do’a Adalah Senjata Bagi Kaum Muslimin

“Doa adalah senjata seorang Mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR Abu Ya’la)

Bagi seorang muslim do’a adalah bukti keyakinan kepada Allah swt. Ia adalah bukti pengakuan diri kepada-Nya yang maha kuasa serta berkehendak atas segala sesuatu. Do’a juga merupakan bentuk keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi dimuka bumi, terjadi atas izin dan kehendaknya.

Selain itu semua, do’a juga merupakan senjata bagi kaum muslimin, sesuatu yang melebihi logika dan rasionalitas manusia. Dengannya yang jauh didekatkan, yang mustahil jadi mustajab, yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Sebagai seorang muslim sudah layaknya kita menulis dan merapihkan do’a-do’a serta harapan kita, membacanya serta menceklisnya satu persatu. Sebab bisa saja segala masalah yang dihadapi saat ini bisa selesai dengan memanjatkan serta merapihkan do’a-do’a kita.

Rasulullah saw. menganjurkan kepada setiap muslim yang beriman untuk memperbanyak do’a dalam berbagai kondisi, baik dalam keadaan sempit maupun lapang. Tapi sayang, terkadang kita hanya mengkhusyu’kan do’a kita ketika dalam keadaan sempit, susah atau ketika sedang memiliki hajat atau penyakit.

Hal tersebut bukan merupakan hal yang salah, sebab yang salah adalah meremehkan do’a itu sendiri. Dalam hal ini rasulullah saw. mengingatkan kepada seluruh umat muslim untuk berdo’a dalam keadaan lapang maupun sempit.

“Berdoalah kepada Tuhanmu di saat kamu senang (bahagia). Sesungguhnya Allah berkata, ‘Barangsiapa berdoa (memohon) kepada-Ku di waktu dia senang (bahagia), maka Aku akan mengabulkan doanya di waktu dia dalam kesulitan.” (HR Ar-Rabi’)

Bagi seorang muslim, do’a bukanlah hal yang sepele, sebab ia merupakan pegangan utama yang tidak akan pernah lepas dalam setiap langkah seorang muslim. Terlebih bagi mereka yang memiliki cita-cita dan tujuan dalam hidupnya, ia akan selalu menyertakan do’a dalam setiap langkah perjalanan kehidupannya.

Berdo’a merupakan salah satu cara untuk berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah. Sebab Allah swt. memerintahkan kepada hamba-hambanya untuk memperbanyak dzikir mengingat-Nya agar dapat mencapai ketabahan hati serta harapan-harapan dalam hidupnya.

Berdo’a tanpa usaha adalah bentuk kebohongan , dan usaha tanpa berdo’a adalah bentuk kesombongan. Maka itu sempurnakanlah do’a dan usaha dengan menjalankan keduanya secara maksimal.

Do’a Bersama Anak Yatim Yayasan Rahmatan Lil-Alamin

Dalam menyempurnakan segala ikhtiar baik program yayasan maupun hajat para donatur, Yayasan Rahmatan Lil-Alamin menggelar do’a bersama dan santunan anak yatim setiap kamis malam jum’at. Adapun pada do’a bersama ini, Yayasan Rahmatan Lil-Alamin menghadirkan 100 anak yatim yang tersebar di sepuluh lokasi binaan yayasan.

Bertujuan untuk menghindari kerumunan masa, acara do’a bersama ini disambungkan menggunaakan aplikasi video bersama, dimana sepuluh tempat binaan itu disambungkan menggunakan aplikasi tersebut. selain itu, pihak yayasan juga tetap konsisten menajalankan semua protokol kesehatan yang berlaku saat ini guna memutus dan mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Dalam agenda tersebut pihak yayasan berharap wabah ini cepat berlalu serta mengajak seluruh civitas serta para donatur yayasan dan juga seluruh masyarakat untuk memperbanyak do’a, memohon kepada Allah untuk kesehatan dan kelancaran semuanya dalam mencukupi semua hajat hajat hidup.

Adapun manfaat dari do’a bersama dan menyantuni anak yatim adalah akan memudahkan do’a kita untuk dikabulkan. Sebab anak yatim merupakan anak yang istimewa dalam islam dan berbuat baik kepadanya akan mendatangkan banyak manfa’at kepada kita. Adapun jika anak-anak yatim mendo’akan kita maka do’anya akan mudah untuk dikabulkan Allah swt.

Seperti yang telah dikatakan rasulullah saw. dalam haditsnya sebagai berikut “Ada seseorang yang datang kepada Rosulullah Saw dan mengeluh kekerasan hatinya. Nabi pun bertanya,”Sukakah kamu jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihanilah anak yatim, usaplah wajahnya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi” (HR. Ath-Thabrani).

Yuk bersedekah untuk menyantuni anak-anak yatim di Asrama Yatim Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur.

This Post Has One Comment

Leave a Reply