Pakar Tak Sarankan Masker Scuba, Mengapa?

Pakar Tak Sarankan Masker Scuba, Mengapa?

Seluruh negara di pelosok dunia sedang menunggu vaksin covid-19 untuk mengakhiri pandemi virus corona atau Covid-19. Sebelum vaksin yang sebenarnya ditemukan, seluruh masyarakat di dunia dianjurkan untuk tetap menjalankan aktivitasnya dengan tetap menggunakan protokol pencegahan Covid-19 ini, salah satu alat yang paling ampuh dalam mencegah penularan virus corona selain vaksin adalah masker.

Masker menjadi alat paling penting dalam mencegah penularan virus corona sehingga masyarakat perlu memakai masker ketika keluar rumah dan menjalankan aktivitasnya. Namun tidak semua masker yang digunakan dapat digunakan atau ampuh dalam mencegah penyebaran virus corona.

Masker scuba adalah jenis masker yang banyak digunakan oleh sebagian masyarakat, pasalnya selain mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau, masker scuba juga sangat simpel untuk digunakan. Namun belakangan ini para pakar kesehatan tidak merekomendasikan masyarakat mengenakan masker dari bahan scuba. Hal itu dikarenakn masker jenis ini diklaim tidak memberikan perlindungan terhadap penularan virus corona.

Dilansir dari Republika.co.id praktisi klinik sekaligus relawan Covid-19, dr Muhammad Fajri Adda’i, mengatakan bahwa masker scuba dibuat dari bahan tipis yang elastis. Masker ini hanya terdiri dari atas satu lapisan kain dan memiliki kecenderungan menjadi longgar saat dikenakan.

“Masker scuba itu tipis satu lapis, tidak  efektid karena bahannya neoprene, cenderung elastis. Jika ditarik pori akan membesar. Padahal kita butuh kemampuan filtrasinya,” Kata Fajri (18/9)

Sebelumnya satuan tugas penanganan Covid-19 dengan tegas tidak merekomendasikan pemakaian masker scuba dan buiff di sejumlah fasilitas-fasilitas publik. Masker berbahan scuba dan buff hanya terdiri dari satru lapis dan terlalu tipis sehingga kemungkinan tidak dapat menangkal droplet.

Jika ditinjau dari efektivitasnya, masker scuba atau buff memiliki efektivutas antara 0-5 %, angka tersebut ini sangat jauh dari efektivitas masker kain tiga lapis yang memiliki persentase antara 50-70 %. Dengan demikian pemakaian masker scuba di tempat publik memiliki risiko tinggi tertular covid-19.

PT Kereta COmmuterline Indonesia (KCI) pun telah menghimbau para pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) untuk menghindari pemakaian masker scuba dalam kereta.

Jenis Masker yang Direkomendasikan

Tidak semua “jenis masker” dapat digunakan dalam proses pencegahan virus corona, Lantas masker seperti apa yang efektif guna melawan dan mencegah penularan corona?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis jenis masker medis dan non medis yang bisa digunakan untuk mencegah dan menghambat penyebaran virus corona. Setidaknya ada 3 jenis masker yang bisa digunakan sebagai berikut.

  1. Masker N95

Masker N95 ialah masker kelompok Filtering Facepiece Respirator (FFR) sekali pakai. Masker ini memiliki face seal fit yang ketat sehingga pengguna dapat terhindari dari aeroso; dan paparan cairan droplet. Namun masker ini diproduksi terbatas, sehingga penggunaannya hanya direkomendasikan bagi tenaga medis yang memiliki kontak langsung dengan pasien Covid-19.

  1. Masker Bedah 3 Ply

Masker ini memiliki tiga lapisan yang efektiv dalam menyaring droplet yang keluar dari pemakai ketika batuk, bersin dan berbicara. Masker ini direkomendasikan bagi mereka yang kurang sehat dan mengalami gejala flu, batuk atau bersin dan tentunya bagi para tenaga medis.

  1. Masker Kain 3 Lapis

Masker kain termasuk masker non-medis yang wajib dikenakan warga ketika beraktivitas sehari-hari. Menurut WHO, idealnya masker kain terdiri dari tiga lapis. Yakni, lapisan paling dalam terbuat dari bahan hidrofilik (Seperti katun atau campuran katun).

Selanjutnya, lapisan tengah terbuat dari bahan hidrofibik yakni bahan tanpa tenun sintesis seperti polipropina atau lapisan katun yang dapat meningkatkan proses filtrasi dan menahan droplet. Adapun untuk lapisan paling luar terbuat dari bahan hidrofobik seperti polipropilena, poliester atau bisa juga campuran dari keduanya.

Yuk lawan bersama virus corona dengan tetap menggunakan masker yang sesuai dengan anjuran pakar kesehatan serta WHO. Ajak juga keluarga, kerabat, teman dan lain sebagainya untuk mengikuti 3 M yang dianjurkan pemerintah yakni Menggunakan masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak.

 

 

Leave a Reply