Gunung Meletus, Ini Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

Gunung Meletus, Ini Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

Peduli Bencana – Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Hal tersebut menjadikan Indonesia sering mengalami bencana alam, termasuk gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Peristiwa terbaru datang dari gunung tertinggi di pulau Jawa, yakni Gunung Semeru. Diinformasikan bahwa Gunung Semeru meletus pada Selasa (1/12/2020) dini hari. Letusan gunung tersebut tentunya membuat masyarakat sekitar terpaksa meninggalkan rumah menuju lokasi aman.

Adapun salah satu dampak dari letusan gunung ialah dengan adanya hujan abu vulkanik. Biasanya, abu vulkanik menjadi persoalan yang serius bila terjadi letusan gunung berapi, hal itu dikarenakan dampak yang ditimbulkan oleh abu vulkanik sangatlah luas.

Abu vulkanik dapat menganggu dan bahkan membahayakan dunia penerbangan. Bagi lingkungan, abu vulkanik bisa menurunkan kualitas air dan dalam jangka pendek dapat merusak tanaman dan lahan pertanian.

Selain itu abu vulkanik juga berpotensi menyebabkan berbagai jenis penyakit bagi makhluk hidup termasuk manusia. Lalu apa apa saja dampak yang ditimbulkan oleh abu vulkanik bagi kesehatan? berikut adalah beberapa dampak yang dapat ditimbulkan oleh abu vulkanik.

1. Iritasi Kulit

Abu vulkanik yang tersebur di udara tenyata dapat menimbulkan iritasi kulit. Hal itu dikarenakan di dalam abu vulkanik terdapat partikel yang memiliki sifat iritan dan korosif. Debu vulkanik ini juga akan semakin berbahaya bagi orang-orang yang memiliki gangguan kulit sensitif. Adapun gejalanya diawali dengan kulit yang memerah dan gatal-gatal.

2. Gangguan pernapasan dan tenggorokan

Partikel debu vulkanik yang halus dapat menimbulkan dampak buruk bagi sistem pernapasan. Bagi orang-orang yang memiliki penyakit asma dan paru-paru, debu ini akan semakin membuat pernapasan terganggu.

Selain itu, debu vulkanik juga sangat berbagaya jika terhirup bayi, anak-anak, dan lansia. Jika terlalu lama menghirup abu vulkanik, maka hidung dan tenggorokan akan mengalami iritasi sehingga lama-kelamaan iritasi tersebut akan menimbulkan penyakit batuk, sesak nafas dan bahkan bronkitis.

3. Gangguan penglihatan

Abu vulkanik terdiri dari partikel yang tajam dan halus sehingga dapat menyebabkan gangguan pada mata. Hal itu terjadi ketika partikel debu yang kecil tersebut masuk ke bagian mata yang kemudian dapat menimbulkan iritasi pada kornea mata.

Cara Menghindari Dampak Berbahaya Abu Vulkanik

Ketika “letusan gunung” berlangsung, gunung berapi akan memuntahkan berbagai materi yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan warga di sekitarnya. Namun disaming itu, iritasi atau dampak lain dari bahaya abu vulkanik dapat dihindari dengan melakukan berbagai langkah percobaan berikut.

  1. Menjauhi lokasi letusan sejauh mungkin.
  2. Kurangi aktivitas di luar ruangan. Hal itu dikarenakan abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan pernapasan, terlebih bagi yang sudah menderita penyakit paru-paru. Abu vulkanik dapat memperparah kesehatannya.
  3. Tutup Jendela, pintu, perapian atau tungku kayu dan minimalkan penggunaan pemanas udara AC. Hal tersebut berfungsi untuk mencegah masuknya abu vulkanik ke dalam rumah.
  4. Gunakan masker untuk meminimalisir masuknya debu ke dalam saluran napas.
  5. Basahi atau percikan air sebelum membersihkan lingkungan dari debu atau abu vulkanik, Hal itu berguna untuk menghindari berbagai partikulat yang terbang dan mengakibatkan iritasi.

  6. Pakailah kacamata ketika keluar ruangan untuk mencegah iritasi pada organ penglihatan.
  7. Menjaga kulit agar tetap tertutup untuk menghindari iritasi kulit yang diakibatkan debu vulkanik.
  8. Carilah bantuan medis jika terjadi dampak serius yang diakibatkan paparan abu vulkanik.

Semoga kita semua senantiasa diberikan keselamatan dan dilindungi dari berbagai bencana, semoga juga negeri ini senantiasa berada dalam keadaan aman dan juga dilindungi dari berbagai bencana alam. Aamiin

Leave a Reply