✉ rpkmandiri@gmail.com | 📞 021-86905367
Belajarlah Dari Kesulitan, Kisah Inspiratif Muhammad Ali

Belajarlah Dari Kesulitan, Kisah Inspiratif Muhammad Ali

Diantara kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan sosok Muhammad Ali petinju professional dunia asal Amerika Serikat yang dikenal secara luas sampai penjuru dunia. ia lahir pada 17 Januari 1942 dan wafat pada 3 Juni 2016 bertepatan pada usia 73 tahun.  Dari awal kariernya ia dikenal sebagai tokoh olahraga yang inspiratif, kontroversial, dan bepengaruh didalam maupun diluar ring.

Muhammad Ali, petinju legendaris Amerika Serikat

Pada puncak kejayaanya, Muhammad Ali pernah dikalahkan oleh petinju berkulit hitam George Foreman. Saat itu iya mengalami luka yang cukup serius, tulang rahang dan rusuknya patah serta wajahnya lebam. Kondisi ini memaksanya untuk dirawat selama kurang lebih satu bulan. Para dokter saat itu memintanya untuk tidak turun gelanggang, jika tidak maka nyawanya akan terancam.

Senada dengan para dokter, pelatih dan istrinyapun menyatakan hal yang sama, yakni meminta Muhammad Ali untuk berhenti total dari olahraga tinju. Namun hal demikian tidak membuatnya takut dan menuruti apa yang menjadi saran dan larangan orang yang berada disekitarnya. sebaliknya Muhammad Ali merasa lingkungan, capaian, dan pandangan orang-orang disekitarnya memberikan motivasi untuknya untuk menang.

Dengan itu ia meminta kepada pelatihnya untuk membawakan film rekaman pertandingannya melawan George Foreman. Pelatihnyapun tidak dapat menolak hal itu sehingga ia benar-benar membawakan film rekaman itu. Muhammad Ali menonton film rekaman tersebut dengan penuh perhatian. Ia dapat berkonsentrasi mengikuti trik, gerakan Foreman dan gerakan dirinya sendiri.

Muhammad Ali ingin mendapatkan keahlian baru yang diperlukan untuk menjatuhkan “raksasa” baru ini. ia terus menonton film itu, menganalisis dan mempelajarinya. Suatu malam ia bermimpi menjatuhkan George Foreman. Dari waktu ke waktu ia terus memimpikan hal yang sama sehingga ia menjadi yakin untuk bisa mengalahkan Foreman di ring. Namun, ia tetap harus bersabar menunggu kepulihan dirinya serta menunggu kesempatan untuk keluar dari rumah sakit.

Kembali bangkit dan menang

Setelah dinyatakan pulih dan bisa pulang dari rumah sakit, ia langsung melatih fisik dan pikirannya. Sehingga dengan cepat situasinya semakin membaik. Muhammad alipun mengajukan tantangan kepada George Foreman dan tantangan itu diterima olehnya. Hingga akhirnya disepakati bahwa pertandingan dilaksankan di Zaire (sekarang Republik Congo).

Kedua petinju kelas dunia inipun akhirnya bertemu lagi dalam ring. Mereka berduel dengan hebat dalam durasi waktu yang cukup lama, hinggga pada akhirnya Muhammad Ali berhasil menang dari George Foreman dan berhasil mempertahankan sabuk sebagai juara tinju dunia kelas berat. Dengan demikian Muhammad Ali telah berhasil mengalahkan rasa takutnya serta kekhawatiran orang-orang disekitarnya.

Kepada media Internasional Muhammad Ali berkata “ pertama akunharus membebaskan diri dari rasa takut yang menghantuiku setelah mengalami kekalahan dan babak belur. Pikiran itu cukup lama menguasai pikiran dan konsentrasiku. Setelah itu aku mengolahnya menjadi keahlian dan kekuatan yang aku manfaatkan dalam hidupku. Ketika aku berhasil menguasai diri dan pikiranku, aku berhasil menguasai lawanku”.

Sambil menatap kamera Muhammad Ali menyampaikan pesan kepada semuanya dengan berkata “aku berpesan kepada kalian yang menontonku saat ini. jangan biarkan kesulitan hidup merampas mimpi indah kalian. Pelajarilah setiap kesulitan itu, maka niscaya ia akan menjadi teman terbaik dalam hidup kalian”.

Demikian kisah Muhammad Ali yang menjadi inspirasi bagi kita semua bahwasannya rasa takut itu pasti ada dalam diri kita, tetapi kewajiban kita adalah menghilangkan rasa takut itu dengan cara menguasai diri sehingga ketakutan itu berubah menjadi kekuatan yang cukup besar dalam diri kita. begitupun ketika menghadapi kesulitan, tugas kita adalah mempelajari kesulitan itu dengan cermat sehingga kesulitan itu menjadi teman terbaik dalam hidup kita.

Leave a Reply

Close Menu