Sedekah Yang Ikhlas Akan Menjadi Bekal Di Akirat

Sedekah Yang Ikhlas Akan Menjadi Bekal Di Akirat

Sahabat rpkpeduli, pernahkah anda melakukan perjalanan jauh tanpa membawa bekal sama sekali? misalkan melakukan perjalanan ke luar kota tanpa membawa uang seribu rupiahpun? Jangankan keluar kota, pergi ke kantor atau tempat kerja pun kurang berani jika tidak membawa uang sama sekali, bukankah begitu?

sumber : Topate.cl

Sungguh sangat ceroboh jika kita melakukan hal tersebut, bepergian tanpa menyiapkan dan membawa perbekalan yang cukup. Kita tidak bisa menaiki kendaraan yang bisa mengantarkan perjalanan kita dengan cepat, begitupun dengan makan, kita tidak bisa makan dengan kenyang bahkan bisa jadi kita mengalami kelaparan. Dan pada akhirnya perjalanan jauh itu tidak dapat kita nikmati bahkan malah membahayakan diri.

Berbeda dengan orang yang menyiapkan diri untuk perjalanan jauhnya. Ia menyiapkan dan membawa perbekalan banyak, bahkan ia mampu membeli tiket pesawat sehingga perjalanan berhari-hari bisa disingkat menjadi beberapa jam. selain itu, ketika ia lapar ia bisa makan dimanapun dan kapanpun. Ketika ngantuk dan lelah ia bisa menyewa penginapan dimanapun. Sehingga perjalanannya menyenangkan dan memuaskan. Enak bukan?

Sahabat, sadarkah kita akan perjalanan yang amat berat dan panjang dan tentunya melelahkan? ia adalah perjalanan dari alam kubur hingga ke yaumil mizan (hari pertimbangan). “ sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (ke padang mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga) yang berkendaraan, juga (ada juga yang) diseret diatas wajah kalian”. ( HR. At-Tirmidzi)

Perjalanan ini memerlukan persiapan dan bekal , dimana persiapan itu dilakukan dengan memperbanyak amal-amal kebaikan seperti sedekah dan yang lainnya di dunia. Jangan sampai kita melakukan perjalanan yang panjang ini tidak memiliki bekal apapun sebelumnya. Sama seperti halnya kita melakukan perjalanan keliling pulau jawa tanpa membawa uang, kendaraan,makanan dan pakaian ganti. Tentu dalam perjalanan tersebut kita akan meminta-minta belas kasih dan pertolongan orang lain.

Dan keadaan di yaumil mahsyar seperti itu, setiap orang akan mengemis syafaat dari orang lain. bahkan ada yang meminta untuk dikembalikan lagi ke alam dunia walau hanya beberapa saat saja agar bisa melaksanakan sedekah dan amal kebaikan lainnya. akan tetapi semuanya telah berakhir dan penyesalan pasti akan selalu ada diakhir.

Sahabat, kita semua pasti tidak menginginkan penyesalan itu menimpa diri kita. dan perjalanan di akhirat kelak yang demikian panjang dan berat itu tetap harus kita lewati. Sebab itu mari kita persiapkan diri dengan memperbanyak bekal dan salah satu bekal yang dapat meringankan kita dari beratnya perjalanan di yaumil makhsyar adalah sedekah.

“ Ada tujuh golongan orang yang akan dinaungi Allah dengan naungan Arsy-Nya, pada hari dimana tidak ada naungan lagi kecuali naungan dari-Nya”

  1. Imam Yang Adil
  2. Pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah.
  3. Seorang pemuda yang hatinya selalu terpaut kepada masjid.
  4. Dua orang pemuda yang saling mencintai dijalan Allah, bertemu dan berpisah karena Allah.
  5. Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh perempuan berkedudukan lagi canti, lalu ia berkata “aku benar-benar takut kepada Allah”.
  6. Seseorang yang bershadaqah lalu ia merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang di infaqkan oleh tangan kanannya
  7. Dan seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam situasi sepi lalu ia meneteskan air matanya.  (HR. bukhori no. 1423 dan Muslim no. 1031)

Sahabat, mari kita isi hari-hari kita dengan kebaikan, ketaatan dan kebermanfaatan. Agar hidup kita selalu berada dalam ridha dari-Nya. Lakukan apa yang bisa kita lakukan yang terpenting semua itu tetap berada dalam  koridor kebaikan, perbanyaklah sedekah dengan apa yang kita mampu dan yang kita miliki. Karena pada intinya tujuan manusia hidup adalah untuk beribadah dan kembali kepada Allah.

Sedekah yang paling utama

Dalam hadits diatas dikatakan “ seseorang yang bershadaqah lalu ia merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya” dalam  kutipan hadits ini dapat dimaknai bahwa sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. tangan kanan bersedakah lantas tangan kirinya tidak mengetahuinya. Menunjukan bahwa yang paling dekat saja tidak tahu bahwa ia bersedekah.

Adapun untuk sedekah yang dilakukan secara terang-terangan boleh juga dilakukan dengan tujuan untuk memberikan contoh atau mengajak orang lain agar termotivasi untuk melakukan sedekah. Tetapi berbeda lagi jika tujuannya agar namanya terkenal ataupun tujuan yang lainnya, maka hal itu bisa dihukumi riya. Sebab itu sedekah yang baik dan paling utama adalah sedekah yang dilakukan secara ikhlas untuk mencari ridha Allah Swt.

sumber bola.com

Sedekah itu pada hakikatnya ditujukan untuk membantu orang lain atau menyenangkan orang lain. dan ketika orang lain merasa senang dengan bantuan atau sedekah yang kita berikan maka kita sendiri akan merasa lebih senang lagi dari orang itu. Adapun sedekah yang paling ringan untuk dilakukan adalah dengan senyum kepada saudara-saudara kita. maka dari itu mari kita memperbanyak sedekah dengan semua potensi yang kita miliki dan yang kita mampu.

Leave a Reply