Sampah Plastik Dan Dampaknya Terhadap Lingkungan
sampah plastik yang berserakan

Sampah Plastik Dan Dampaknya Terhadap Lingkungan

Puluhan tahun kebelakang tepatnya setengah abad yang lalu masyarakat belum banyak mengenal plastik. Mereka dulu menggunakan berbagai jenis bahan organik. Pada masa ini masyarakat menggunakan tas belanja dari rotan, bambu, wadah makan dan membungkus makanan dengan daun jati atau daun pisang. Sedangkan sekarang kita dihadapkan dengan bahan sintetis yang di anggap lebih praktis dan ekonomis yaitu plastik.

sampah plastik yang berserakan dipinggir pantai

Plastik adalah satu bahan yang sering kita temui hampir disetiap barang. Mulai dari TV, kulkas, alat makan (piring,gelas,sendok dll), pipa pralon, plastik laminating,alat pembungkus/kresek. gigi palsu, sikat gigi, compact disc (CD), mainan anak-anak, alat militer, alat kedokteran hingga hampir semua barang yang berada disekitar kita kini terbuat dari plastik.

Penggunaan plastik tidaklah selamanya sehat. Menurut penelitian, penggunaan plastik yang tidak sesuai  dengan persyaratan akan menyebabkan timbulnya berbagai gangguan kesehatan, karena penggunaan plastik dapat mengakibatkan pemicu kanker dan keruksakan jaringan tubuh pada manusia. Untuk itu kita perlu mengurangi penggunaan plastik serta mengetahui apa saja plastik yang dapat digunakan.

Selain berbahaya bagi kesehatan, plastik juga memiliki dampak sangat besar terhadap lingkungan yang cukup buruk. Hal itu terjadi karena plastik terbuat dari bahan yang susah di degradasikan (diuraikan) oleh mikro organisasi. Sampah plastik yang telah dibuang akan bertahan hingga puluhan tahun sehingga mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan.

Sampah plastic tidaklah bijak jika harus dibakar, karena akan menghasilkan gas yang akan mencemari udara dam membahayakan bagi pernafasan manusia. Dan jika sampah plastik ditimbun dalam tanah maka akan mencemari tanah serta air tanah. Jika penggunaan plastik terus menerus digunakan dengan jumlah yang besar maka secara signifikan akan berdampak pada kesehatan manusia dan lingkungan.

Masalah sampah plastic selalu beragam, jika dulu masyarakat sering membuang sampahnya sembarangan hingga menyebabkan sampah itu berserakan, kini masyarakat telah sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Tetapi berbicara tentang sampah plastik bukan hanya soal membuang sampah pada tempatnya. Tetapi mau kemanakankah sampah itu setelah berada  di tempat sampah.

Gerakan sehari tanpa sampah plastik

Penggunaan plastic dalam kehidupan sehari-hari seolah menjadi kewajiban bagi kita. Bagaimana tidak, setiap barang yang kita gunakan pasti rata-rata berbahan plastic. Di Indonesia sendiri penggunaan plastic dari tahun ke tahun terus meningkat. Salah satu contohnya yaitu di ibu kota Jakarta volume  sampah yang dihasilkan dari warga Jakarta kurang lebih 7500 ton perharinya.

Salah satu penyebab meningkatnya jumlah volume sampah di Jakarta adalah maraknya penggunaan sampah sekali pakai. Berdasarkan keterangan kepala dinas lingkungan hidup Jakarta, 14% atau 1000 ton diantara 7500 ton volume sampah yang dihasilkan di Jakarta adalah sampah plastik yang di dominasi sampah sekali pakai. Menurutnya  jenis kantong belanja plastik saja setiap harinya sebanyak 650-850 ribu masuk ke TPST Bantar Gebang.

Dalam upaya mengurangi penggunaan plastic sekali pakai perlu adanya solusi yang tepat. Salah satu upaya yang mungkin bisa ditempuh mungkin dengan menggalakan gerakan sehari tanpa sampah plastic atau sampah sekali pakai. Nantinya masyarakat dihimbau untuk tidak menggunakan plastic sekali pakai seperti kantong belanja/kresek,botol minuman dan pembungkus makanan dan diganti dengan plastik multiguna yang bisa digunakan dalam jangka yang panjang.

Selain mengganti plastik sekali pakai dengan menggunakan plastik yang  bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang, masyarakat juga bisa menggantinya dengan penggunaan wadah makanan yang terbuat dari bahan organik seperti tas belanja yang terbuat dari rotan dan bambu serta pembungkus makanan yang terbuat dari daun pisang dan daun jati.

Leave a Reply