Saat Disakiti, Mampukah Kita Memaafkan Orang lain?

Saat Disakiti, Mampukah Kita Memaafkan Orang lain?

Sahabat, hidup didunia ini tidak akan pernah terlepas dari yang namanya ujian, entah itu berat atau ringan ujian pasti akan senantiasa datang kepada kita kapanpun itu. Namun perlu kita ketahui  bahwasannya setiap ujian itu datang dari Allah swt. dan Allah tidak akan pernah menguji seorang hamba diluar batas kemampuan hambanya. Ujian terkadang didatangkan melalui orang lain yang berada di sekitar kita, dan terkadang kita salah dalam menyikapinya.

Disaat ada orang lain yang memaki kita, biasanya kita terpancing untuk balas memakinya. Disaat ada orang lain yang mlengos di depan kita, kitapun biasanya ingin membalasnya dengan hal yang serupa atau bahkan lebih keras dari apa yang orang tersebut lakukan, bahkan disaat ada orang laun yang memusuhi kita serta menjelek-jelekan kita, biasanya kita tergoda untuk melakukan hal serupa dan bahkan lebih dari itu.

Namun, pernahkah terbetik di hati kita rasa iba kepada orang yang berbuat jahat tersebut? Pernahkah kita memiliki keinginan untuk memberinya hadiah karena ia telah menghina, memaki dan memusuhi kita?

Alih-alhi memberi hadiah, sekedar mengucapkan salam ketika berjumpa dengannya atau mungkin berkunjung ke rumahnya saja mungkin terlalu berat untuk kita lakukan. Karena hal tersebut, wajar bila kondisi buruk itu selalu ada dan berkepanjangan.

Sahabat, memaafkan memang bukanlah hal yang mudah, akan tetapi bukan berarti kita tidak bisa melakukannya. Tentunya salah satu cara untuk menyikapi berbagai perlakuan buruk, kita harus membalasnya dengan hal yang baik dan positif. Allah swt. berfirman :

Tentu tidaklah sama antara kebajikan dengan kejahatan. Balaslah dengan cara- cara yang lebih baik, niscaya dalam sekejap antara dirimu dan orang yang memusuhimu akan terjalin hubungan baik, seakan-akan dia adalah pembelamu yang paling setia” (QS. Fusshilat: 34).

Sungguh bukanlah hal yang ringat, dimusuhi lalu kemudian memaafkan orang lain dan bahkan memberinya hadiah. Dijelek-jelekan malah tersenyum dan mengucapkan salam kepadanya. Namun, Percayalah bahwa melakukan hal-hal positif diatas bukanlah perkara yang sulit ketika kita memiliki jiwa yang besar dan hati yang lebar. Adapun adanya rasa berat, sejatinya adalah bukti betapa kerdilnya jiwa kita. Karena itu, setelah ayat diatas Allah swt. berfirman :

Sikap itu tidaklah dikaruniakan kecuali kepada orang-orang yang bersabar dan tidaklah dikatuniakan kecuali kepada orang- orang yangdapat keberuntungan besar” ( QS. Fusshilat: 35).

Sahabat, memaafkan kesalahan orang lain adalah salah satu tanda kesabaran dan kebesaran jiwa kita. Untuk itu, marilah belajar untuk berjiwa besar dan tetap bersabar agar mendapatkan keuntungan yang besar. Percayalah, bahwa Allah tidak akan pernah mengingkari janji-janji-Nya.

Allah Tidak Akan Pernah Meninggalkan Kita

Sahabat, mungkin kira pernah merasa bahwa tak ada siapapun yang membantu dan membersamai kita dalam hidup ini, namun percayalah  Allah selalu memampukan kita serta membersamai kita sehingga kita mampu menjalani dan menghadapi berbagai ujian yang memelikan hati.

Ketika kita dijelekan, dimusuhi dan bahkan ditinggalkan oleh orang-orang yang berada di sekitar kita sehingga merasa tak ada gunanya lagi kita hidup, yakinlah sahabat, Allah selalu bersama kita bahkan disaat orang disekitar kita meninggalkan kita sendiri dan Allah juga tidak akan pernah menguji hambanya diluar batas kemampuannya.

Sahabat, Sesungguhnya hidup ini adalah tempat diujinya manusia. Sesekali kita akan merasa jenuih, lelah dan dihadapkan dengan berbagai masalah yang menghampiri. Tapi percayalah, bahwa Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya seorang diri. Tugas kita hanya berserah dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Leave a Reply