Pengertian Efek Rumah Kaca

Pengertian Efek Rumah Kaca Beserta Faktor Penyebabnya

Efek rumah kaca merupakan salah satu penyebab terjadinya pemanasan global yang saat ini kita rasakan. Lalu, apa pengertian dari efek rumah kaca? Simak jawabannya berikut ini.

Rpkpeduli.id – Efek rumah kaca pada dasarnya memiliki kemiripan dengan apa yang terjadi pada rumah kaca, yang mana pada rumah kaca pans matahari yang timbul pada siang hari terperangkap dalam bangunan tersebut sehingga pada malam hari suhu di dalam bangunan tersebut tetap hangat.

Efek rumah kaca sendiri diartikan sebagai kondisi di man panas matahari terjebak di atmosfer bumi yang kemudian menyebabkan suhu bumi menjadi hangat. Gas-gas di atmosfer yang dapat menangkap panas matahari disebut gas rumah kaca. Adapun yang termasuk ke dalam gas rumah kaca yang ada di atmosfer antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen dioksida (N2O), metana (CH4), dan freon (SF6, HFC dan PFC).

Dalam kondisi normal, matahari menyinari bumi pada siang hari yang kemudian menjadikan permukaan bumi terasa hangat. Sementara itu, pada malam hari permukaan bumi akan terasa dingin.

Namun, dikarenakan adanya efek rumah kaca, sebagian panas yang pada normalnya harus dipantulkan ke permukaan bumi tersebut terperangkap dalam gas-gas rumah kaca di atmosfer. Hal inilah menjadikan bumi yang kita tinggali ini kian terasa hangat dari waktu ke waktu.

Pengertian Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki pengertian sebagai efek sinar radiasi gelombang pendek yang dapat menembus atap serta dinding rumah kaca, tetapi tidak tertembus oleh sinar radiasi gelombang panjang.

Menurut Asosiasi Energi News Mexico Amerika Serikat (AS), efek rumah kaca adalah kejadian saat panas di bumi terperangkap karena terhalang gas emisi seperti karbon dioksida pada atmosfer. Gas emis itu sebagian besar dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor, pabrik, serta kebakaran hutan.

Kemudian, Badan Perlindungan Lingkungan (AS) juga memberikan pengertian efek rumah kaca sebagai proses meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat menipisnya lapisan atmosfer bumi yang juga bisa berdampak pada kebocoran. Hal itu kemudian berakibat pada cuaca bumi yang semakin panas lantara sinar matahari tidak lagi dilindungi oleh atmosfer.

Dewan Pertanahan Sumber Daya Alam dalam pengeriannya memaknai efek rumah kaca sebagai krisis lingkungan dan kemanusiaan yang sedang terjadi di Bumi. Suhu permukaan bumi kian meningkat akibat terperangkap oleh gas karbon dioksida yang semakin banyak dari hari ke hari, dan menjadikan bumi semakin pans dan rawan akan bencana.

Menurut Merriam Webster, efek rumah kaca adalah pemanasan atmosfer bumi yang disebabkan oleh polusi udara. Efek rumah kaca ini terjadi ketika kehangatan dari matahari terperangkap di atmosfer bumi oleh lapisan gas (seperti karbon dioksida) dan uap air.

Penyebab Terjadinya Efek Rumah Kaca

Pengertian Efek Rumah Kaca

Proses peningkatan jumlah karbon dioksida dan gas lainnya di atmosfer terjadi oleh berbagai faktor. Sebagian besar kondisi tersebut diakibatkan oleh kerusakan alam yang ditimbulkan oleh ragam aktivitas manusia.

Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya efek rumah kaca.

1. Deforestasi

Pohon dan tumbuhan yang ada di butan memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan manusia di bumi. Selain menjadi sumber bahan makanan,melalui proses fotosintesis pohon dan tumbuhan juga mampu menyerap gas karbon dioksida yang ada di udara dan kemudian melepaskan oksigen.

Hal ini kemudian menjadikan pohon dan tumbuhan yang ada di hutan sebagai penyedia udara bersih. Disebutkan bahwa satu pohon dewasa dapat menyediakan kebutuhan oksigen bagi 2-10 orang per hari. Lebih dari itu, hutan juga berfungsi sebagai katalis yang beperan dalam mendinginkan bumi yang sebelumnya menghangat karen dampak dari pemanasan global.

Namun, manfaat hutan tersebut kemudian hilang karena berbagai aktivitas seperti penebangan pohon serta pembukaan dan alih fungsi lahan. Saat pohon ditebang dan hutan dialihfungsikan, secara otomatis gas CO2 akan semakin banyak diudara.

Selain itu, alih fungsi lahan hutan dan kemudian tidak ada percobaan untuk menanam kemabli pohon setelahnya akan memberikan pengaruh besar terhadap suhu bimi dan mengakibatkan efek rumah kaca.

2. Penggunaan Bahan Bakar Fosil Secara Berlebihan

Bahan bakar fosil merupakan salah satu sumber energi yang banyak digunakan saat ini untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup sehari-hari.  Bahan bakar fosil sendiri dihasilkan dari dalam bumi yang terbentuk dari sisa-sisa binatang dan tumbuhan.

Bahan bakar fosil yang sering digunakan antara lain minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Jika penggunannya melebihi batas normal, bahan bakar fosil dapat menjadi penyebab terjadinya efek rumah kaca. Selain itu, penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan juga berdampak pada turunnya kualitas udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

3. Pencemaran Laut

Salah satu fungsi laut yang mungkin jarang kita ketahui adalah sebagai penyerap karbon dioksida dalam jumlah banyak. Namun, fenomena pencemaran laut saat ini menjadikan salah satu fungsi laut tersebut secara perlahan berkurang.

Pencemaran laut sendiri pada umumnya diakibatkan oleh limbah industri dan sampah yang dialirkan ke laut. Sebagai dampaknya, banyak ekosistem di dalamnya yang musnah sehingga laut tidak bisa menyerap karbon dioksida sebagaimana mestinya.

4. Penggunaan Pupuk Kimia

Tuntutan kebutuhan sehari-hari yang mengharuskan industri pertanian melakukan berbagai percepatan menjadi salah satu penyebab terjadinya efek rumah kaca. Hal itu terjadi dikarenakan penggunaan pupuk anorganik (kimia) yang dilakukan terus menerus supaya meningkatkan hasil pertanian.

Kandungan Nitrous Oksida yang terdapat dalam pupuk kimia akan lepas ke udara dan kemudian menghasilkan efek rumah kaca.

5. Limbah Peternakan

Limbah peternakan seperti halnya kotoran sapi dapat menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan gas metana (CH4). Jika tidak diolah dengan baik, limbah peternakan dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan termasuk dampak efek rumah kaca.

6. Boros Listrik

Penggunaan listruk secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penguapan pada listik. Listrik dalam hal ini dapat menambah jumlah gas karbondioksida di bumi yang kemudian menyebabkan pemanasan global.

Berdasarkan itu, hemat dan bijak dalam penggunaan listrik harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Gunakanlah listrik sesiai denga kebutuhan serta tidak asal-asalan, misalnya mematikan lampu saat tidak diperlukan.

7. Limbah Rumah Tangga

Limbah yang dihasilkan rumah tangga jika tidak diolah dengan vaik maka akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Adapun limbah yang biasa dihasilkan dari kegiatan rumah tangga biasanya berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, hingga kotoran manusia.

Limbah rumah tangga yang tidak diolah dengan baik, lambat laun akan menghasilkan gas metana dan karbon dioksida yang dihasilkan dari bakteri-bakteri pengurai sampah.

8. Sampah Plastik

Sampah plastik yang menumpuk akan menghasilkan gas metana dan etilen ketika terkena paparan sinar matahari. Dalam hal ini, kandungan gas metana menempati urutan kedua faktor perusak lingkungan.

Metana sendiri merupakan salah satu gas rumah kaca yang bisa menangkap panas dalam atmosfer yang kemudian dipancarkan selama kegiatan produksi batu baru, gas alam, dan minyak bumi.

Demikianlah pengertian dan penyebab terjadinya efek rumah kaca yang dapat kamu ketahui, semoga bermanfaat dan menjadikan kita sadar terhadap kondisi lingkungan kita saat ini.

Efek rumah kaca menjadi salah satu fenomena yang perlu kita atasi karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan. Lalu, apa saja dampak efek rumah kaca terhadap lingkungan? Cari tahu selengkapnya disini.

Sumber

Mengenal Lebih Dekat Gas Rumah Kaca. Diakses dari https://dlhk.jogjaprov.go.id/

Efek Rumah Kaca. Diakses dari https://gramedia.com/literasi/.

Efek Rumah Kaca Beserta Dampak dan Penyebabnya. Diakses dari https://merdeka.com/sumut/.

Ini Penyebab Efek Rumah Kaca dan Dampaknya Bagi Bumi. Diakses dari https://mediaindonesia.com/.

Efek Rumah Kaca. Diakses dari https://lindungihutan.com/.