Mengenal Food Waste dan Bahayanya Bagi Lingkungan

Mengenal Food Waste dan Bahayanya Bagi Lingkungan

Belakangan ini banyak muncul isu berkaitan dengan sampah dan dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap lingkungan. Tak hanya sampah plastik, keberadaan sampah makanan yang dikenal dengan food waste dapat berkontribusi penuh pada krisis lingkungan.

Banyak diantara kita yang mungkin tidak menyadari bahwa selepas makan baik dirumah maupun diluar rumah pasti ada sisa makann yang tersisa dan harus terpaksa dibuang. Dan pada akhirnya sisa makanan tersebut menjadi sampah yang menumpuk.

Berbicara tentang sampah yang menumpuk terutama sampah makanan, hal tersebut bukan lagi menjadi hal yang asing di negeri ini. Adapun untuk istilah sampah makanan banyak orang yang menyebutnya dengan istilah food waste.

Dalam tulisan yang berjudul Perluka Food Waste Awarness diterapkan di Indonesia, Ega Ramayadayanti menerangkan bahwa food waste adalah sisa makanan yang terbuang sehingga menjadi sampah makanan. Sampah maknan tersebut adalah akumulasi food waste dari semua produk makanan yang tidak terserap konsumen.

Selama ini, kebanyakan masyarakat tidak menyadari bahwa food waste memiliki pengaruh terhadap burkunya konsumsi energi, penggunaan sumber daya serta peningkatan kuantitas limbah yang dihasilkan sehingga menjadi penyebab berbagai masalah sosial dan lingkungan.

Melansir dari The Economist tahun 2016-2017 rata-rata setiap orang di Indonesia membuang kurang lebih 300KG sampah makanan setiap tahunnya, hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan urutan kedua  sebagai pembuang makanan terbesar di dunia setelah Saudi Arabia.

Dimana jumlah tersebut termasuk makanan-makanan yang tidak dihabiskan ketika makanan di rumah maupun di restoran, sayur dan buah layu yang kemudian dilempar ke keranjang sampah baik di rumah maupun di pasar-pasar serta bahan makanan yang tanggal kadaluarsanya masih hitungan bulanan tetapi tidak bisa dijual dengan alasan standadisasi produk.

Food waste adalah tindakan yang membuang sampah makanan secara sia-sia, memberikan kepada orang yang lebih membutuhkan jauh lebih baik dibanding dengan membuangnya, sebab diluar sana masih banyak orang yang kelaparan dan kekurangan nutrisi.

Bahaya Food Waste

Food waste merupakan salah satu tindakan yang membiarkan makanan yang masih layak terbuang dengan sia-sia sehingga mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah makanan. Adapun perilaku buruk dalam konsumsi ini memiliki dampak yang serius terhadap lingkungan.

Limbah makanan sisa yang berada di tempat pembuang akhir dapat menghasilkan karbondioksida dan metana, dimana metana merupakan gas rumah kaca yang sangat kuat dalam memperburuk konsekuensi negatif dari pemanasan global. Gas-gas tersebut terbawa ke atmosfer dan berpotensi merusak lapisan ozon. Padahal, salah satu fungsi lapisan ozon adalah menjaga kestabilan suhu di bumi.

Selain itu, jika tidak dikelola dengan baik, limbah makanan yang menumpuk di tempat pembuangan akhir dan menghasilkan gas methana memiliki potensi terjadinya ledakan yang cukup besar di tempat pembuangan tersebut.

Hal itu seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada tanggal 21 Februari 2005. Dimana saat itu terjadi ledakan yang besar dan mengakibatkan 157 warga meninggal dalam kejadian tersebut. Selain itu 2 desa juga hilang tergulung longsoran sampah. Adapun tanggal 21 Februari kemudain diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional.

Mencegah Food Waste

langkah pencegahan food waste atau disebut dengan istilah food waste awareness merupakan sebuah upaya yang meski dilakukan bersama-sama dalam mencegah dan mengatasi masalah limbah makanan atau food waste problem.

Adapun langkah pencegahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat ialah denga mulai menyadari jumlah kebutuhan pangan yang hendak dibeli sehingga dapat dihabiskan tanpa sisa. Selain itu, perilaku hemat dan tidak berlebih-lebihan juga perlu diterapkan sehingga semuanya mampu merasa cukup dengan apa yang ada.

Selain itu, menghadapi dampak buruk dari food waste kita juga bisa memulai diri untuk membiasakan berbagi dengan sesama, baik dalam bentuk makanan atau apapun itu  kepada mereka yang membutuhkan sehingga makanan yang kita miliki tidak terbuang dengan sia-sia.

Leave a Reply