Jadikan Hartamu Sebagai Penyelamat Dunia Akhirat

Jadikan Hartamu Sebagai Penyelamat Dunia Akhirat

Harta merupakan suatu aset kekayaan yang dibutuhkan, dicari dan dimiliki oleh seserang. Harta sangat berguna bagi semua orang salah satunya adalah untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, seringnya harta juga menjadi pembeda kelas sosial dalam kehidupan sehari-hari, salah satu contohnya adalah adanya sebutan kaya dan miskin.

Harta bisa diibaratkan seperti pisau, terkadang bisa menjadi penolong dan terkadang bisa menjadi pembunuh. Jika harta digunakan dalam jalan yang benar maka ia akan menjadi penolong bahkan penyelamat kita baik didunia maupun diakhirat.

Adapun jika harta tersebut digunakan dalam jalan dan cara yang salah, maka bisa jadi harta tersebut akan menjadi penyebab adanya keburukan atau kesengsaraan bagi pemiliknya baik didunia dan akhirat.

Sebagai umat yang Rahmatan Lil-Alamin kita harus senantiasa menggunakan harta kita dengan cara yang baik dan kepada hal-hal yang baik agar semua orang dan seluruh alam merasakan keberkahan dari harta yang kita miliki. Betapa banyak kisah orang yang celaka karena hartanya dan begitu banyak juga orang yang selamat dan mendapatkan banyak nikmat dnegan hartanya. Tentunya sebagai orang bijak kita bisa mengambil pelajaranb dari keduanya.

Kisah Orang Yang Celaka Karena Harta

Kita semua pasti telah mendengar kisah seorang sahabat yang hidup di zaman rasulullah saw. Tsalabah Ibn Hathib al-Anshari, seorang sahabat yang dulunya tidak memiliki harta dan kemudian diberikan sebuah nikmat oleh Allah berupa kekayaan yang melimpah.

Pada awalnya, Tsa’labah tidak memiliki harta apapun, lalu kemudian dirinya meminta kepada rasululullah agar mendo’akannya untuk diberi harta kekayaan. Berulang kali rasulullah menolak permintaan tersebut, hingga kemudian hari rasulullah mengabulkan apa yang dimintai oleh tsalabah, tslabahpun berjanji akan membelanjakan hartanya kepada Allah ketika ia diberikan nikmat harta oleh-Nya.

Rasulpun mengaminkan do’anya, dan kemudian tsalabah diberikan harta berupa seeokr unta dan domba. Tsalabah terus merawat harta pemberian dari Allah tersebut dengan rajin dan giat hingga beranak pinak.

Seiring dengan terus bertambahnya jumlah ternak dan kekayaannya, tsalabah semakin sibuk dengan hartanya tersebut, pada awalnya ia masih beribadah seperti biasa seperti melaksanakan shalat fardhu dan shalat jum’at berjam’ah, namun waktu terus berjalan hartanya semakin menumpuk akhirnya ibadahnya mulai ditinggalkan sampai ia bersikap kikir dan sombong terhadap sesama.

Banyak sahabat yang telah mengingatkannya untuk kembali kejalan yang lurus dan menginfakan sebagian hartanya. Namun dengan angkuh ia menolaknya, bahkan sampai rasulpun mengutus Abu Bakar untuk mengajak kembali Tsalabah kejalan yang lurus serta menjauhkannya dari golongan orang yang merugi dikemudian hari, namun Tsalabah tetap menolaknya.

Hingga suatu hari Allah mencabut nikmat yang dimiliki oleh Tsalabah tersebut, binatang ternak yang dimilikinya mati semua. Dengan demikian Tsalabah terus memikirkan seluruh harta kekayaannya sampai ia jatuh sakit dan meninggal.

Sahabat semua, sesungguhnya segala yang ada dimuka bumi dan seisinya adalah milik Allah dan berada diatas kendali-Nya, begitupun dengan harta yang kita miliki, ia merupakan titipan dari Allah yang suatu saat akan diambil dan juga kita akan dimintai pertanggung jawaban atasnya. Gunakanlah harta yang kita miliki dengan sebaik-baiknya, jangan sampai harta menutupi mata hati kita semua sehingga menjadi bersifat kikir dan sombong terhadap sesama.

Bagaimana Agar Harta Menjadi Penyelamat?

Harta merupakan sebuah titipan dari Allah swt. yang akan dipertanggung jawabkan dihari kemudian. Harta juga bisa menjadi salah satu penyebab bertambahnya timbangan amal kebaikan dan bisa juga menjadi sebab bertambahnya keburukan. Tentunya kita semua menginginkan agar harta yang kita miliki menjadi pemberat amal kebaikan dan menjadi penyelamat di hari kemudian.

Bagaimana sih agar harta yang kita miliki menjadi penyelamat dikemudian hari? Berikut adalah amalan yang bisa dikerjakan agar harta yang dimiliki menjadi berkah dan penambah amal kebaikan kita.

1. Menggunakannya Untuk Kebaikan

Gunakanlah harta sesuai dengan kebutuhan

Sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada Allah atas titipan harta yang diberikannya, kita semua harus senantiasa menggunakan harta yang dimiliki untuk digunakan kepada hal-hal yang baik. sebab dengan hal-hal baik tersebut harta yang dimiliki akan menjadi berkah dan menjadi pemantik amal-amal baik berikutnya.

Kita cukup membelikannya untuk kebutuhan kita sehari-hari misal untuk kebutuhan sandang,papan dan pangan sehingga kita memiliki kekuatan dan kenikmatan ketika beribadah kepada Allah. Selanjutnya jika harta kita berlebih maka sebaiknya kita bersedekah dan berindaq dengannya, agar kelak menjadi pemberat amal kebaikan kikta dihari kemudian.

2. Bersedekah dengan harta itu lebih baik

sedekah salah satu cara agar harta menjadi penyelamat

Selanjutnya kita bisa menggunakan harta yang dimiliki untuk bersedekah atau menginfakannya dijalan Allah. kita bisa membantu orang lain yang membujtuhkan, membebaskan biaya pendidikan anak yatim dan dhuafa, membangun masjid, sekolah, jembatan dan jalan yang insyaallah pahalanya akan terus mengalir meskipun pemiliknya telah mneinggal dunia.

Bersedekah juga bisa membebaskan hati kita dari sifat sombong dan kikir yang merupakan salah satu sebab orang-orang merugi dihari kemudian. Bersedekah akan melapangkan hati menjadi lebih tenang dan terbuka, diantara salah satu sebab cepatnya do’a terkabulkan adalah dengan bersedekah.

Bersedekahpun terkadang bisa menjadi salah satu penyebab kita terjerumus kepada sifat riya atau ingin dipuji, dengan demikian pastikan ketika kita bersedekah selalu meluruskan niat dan disertai dengan ikhlas.

Setiap harta yang dimiliki sedikit atau banyak semuanya akan dimintai pertanggung jawaban. Hartapun bisa menjadi penyebab orang menjadi beruntung atau merugi dihari kemudian, untuk itu mari kita maksimalkan gunakan untuk kebaikan diri sendiri amupun orang lain dengan cara menggunakannya dengan baik dan bersedekah dengannya.

Leave a Reply