Sampai Kapan Mengeluh? Mari Kita Bersyukur

Sampai Kapan Mengeluh? Mari Kita Bersyukur

Saudaraku, pernahkan kita berpikir kenapa dengan gampangnya kita sering berkeluh kesah? Dan tahukah bahwa berkeluh kesah merupakan sebuah tanda seseorang yang kurang bersyukur?

Mengeluh atau berkeluh kesah merupakan tanda dari seorang yang kurang bersyukur atas segala nikmat yang telah didapatnya. Bagaimana tidak, seorang yang diberi dua apel yang manis dan enak,dikarenakan kurang bersyukur, ia akan mengeluh dan merasa kurang, sebab ia menginginkan lima apel untuknya. Sedangkan dua apel yang sudah ada ditangannya tersebut tidak pernah ia syukuri. Bertapa rugi menjadi orang yang demikian, selalu disibukan dengan apa yang belum dimiliki kemudian melupakan apa yang telah dimilikinya.

Orang biasanya sangat mudah untuk mengeluh dan bertanya mengapa orang lain seperti ini dan seperti itu, sedangkan dirinya tidak mendapatkannya. Ia lupa bahwa dalam dirinya terdapat banyak hal yang sebenarnya tidak dimiliki orang lain, ia juga lupa bahwa pada segala hal yang ia dambakan, terdapat banyak hal yang sesungguhnya telah ia dapatkan.

Sikap kurang syukur bisa menjadikan hati kita gersang, buta dan selalu menggerutu, kurang syukur juga dapat menjerumuskan kita pada kekufuran, terutama kufur nikmat. Padahal ketika seorang hamba bersyukur dengan apa yang dimilikinya, maka sikap syukur tersebut akan menjadi pengundang atau penyebab datangnya nikmat-nikmat lain dalam hidupnya.

Allah swt. berfirman,

Syukur dilakukan dengan hati dengan cara mengakui bahwa setiap nikmat yang didapatinya adalah dari Allah swt, dengan lisan berupa dzikir dan pujian kepada Allah, dan dengan Anggota badan berupa amal perbuatan baik serta menjauhi segala larangan-Nya.

Kurang syukur juga dapat menjerumuskan kita kepada kebinasaan, kita semua sering diingatkan mengenai hal ini melalui banyak kisah-kisah terutama kisa Qarun, sepupu dari nabi musa ini pada awalnya bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa, hingga kemudian Allah memberikan banyak limpahan nikmat kepadanya berupa harta, namun sayang, ia kufur kepada Allah atas nikmat yang telah didapatinya sehingga ia sendiri merasakan akibatnya yaitu kebinasaan.

Dengan mengeluh dan kurang syukur akan mengakibatkan kita tersesat pada kegelapan dunia, apa yang seseorag dapatkan selalu dianggap kurang dan cenderung tidak dapat diikmati ketika ia tidak mensyukurinya. Dalam hatinya selalu ada rasa cemas dan gelisah, sebab ia terus memikirkan apa yang belum dimilikinya.

Seseorang dengan hati sempit yang diakibatkan kurang bersyukur sekaya apapun ia, pasti akan terus merasa sempit dan miskin, akan tetapi sebaliknya semiskin apapun seseorang, ketika ia mensyukuri apa yang dimilikinya, maka kehidupannya akan terasa luang dan luas.

Bersyukur merupakan sumber kebahagiaan yang sebetulnya sangat gampang untuk didapatkan, bersyukur juga merupakan nilai yang dihasilkan oleh kesabaran dan keikhlasan dalam diri kita. barang siapa yang bersyukur maka akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah swt.

Allah swt. berfirman,

Sungguh merugi orang yang kurang bersyukur, hatinya terus ditimpa oleh kecemasan dan rasa gelisah, lisannya pun dijauhkanm dari berdzikir dan memuji Allah dan amalannya pun terkadang jauh dari amalan yang diridhai-Nya.

Sekecil apapun nikmat yang kita miliki adalah ujian yang datang dari Allah dalam bentuk kelapangan, dan cara menghadapi ujian berupa nikmat ini ialah dengan cara bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikannya. Sekecil apapun itu, jangan pernah merasa kurang sebab dengan merasa kurang akan menutup hati dan menjadikannya terasa sempit.

Allah swt. berfirman

Mari kita bersyukur, Jangan sampai kita termasuk kedalam orang-orang yang mengingkari dan kufur terhadap nikmat yang telah diberikan.

Leave a Reply