Ramadhan Menyapa, Apa Yang Sudah Kita Siapkan?

Ramadhan Menyapa, Apa Yang Sudah Kita Siapkan?

Tak terasa tinggal menghitung hari Ramadhan akan segera menyapa. Sebagai seorang mukmin seharusnya dalam diri kita terdapat perasaan suka cita, senang dan Bahagia. Semakin mempergiat do’a untuk dipertemukan dengan tamu agung ini. Selama ini jika kita hendak bertemu dengan icalon mertua, calon suami atau calon istri serta para pejabat penting segala sesuatunya dipersiapkan dengan berbagai persiapan yang maksimal sehingga kesalahan sekecil apapun bisa dihindari.

ramadhan menyapa
Ramadhan Menyapa, sudahkah anda siap?

Adalagi jika bertemu dengan bulan yang agung, bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, sudah selayaknya kita mempersiapkan segalanya dengan prima dari mulai jiwa harga sampai harta kita. jangan sampai tamu yang sangat agung ini berlalu begitu saja tanpa sedikitpun keberkahan yang kita dapatkan didalamnya.

Para sahabat RA. Senantiasa memanjatkan do’a untuk dipertemukan dengan Ramadhan selama enam bulan berturut-turut, disamping berharap agar seluruh amal shaleh mereka pada bulan Ramadhan diterima disisi Allah swt. Begitulah para sahabat dalam memuliakan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

Iman itu terkadang bertambahn dan kadang berkurang, maka Ramadhan dapat mensituasikan keimanan yang ada dalam diri kita ( Jauhul Imaani). Namun demikian, tentunya dalam menghadapi bulan Ramadhan ini memerlukan persiapan. Bukankah hal-hal baik harus juga dipersiapkan, dibuat target agar waktu dan kesempatan tidak berlalu begitu saja?

Adapun pengkondisian diir kita dalam menyongsong Ramadhan adalah dengan memulai kembali amalan-amanal yang sering kita lakukan pada saat bulan ramadhan, seperti membaca Al-Quran. Dan sebaiknya juga kita menyiapkan target yang lebih baik dalam membca Al-Quran, jika tahun lalu hanya mampu mengkhatamkannya sebanyak 1 kali, maka sekarang harus lebih dari itu.

Begitupun dengan ibadah yang lainnya seperti dzikir pagi dan petang, shalat dhuha, atau sedekah perlu dimulai kembali. Adapun bagi yang sudah terbiasa melaksanakan ibadah-ibadah tersebut maka yang diperlukan adalah meningkatkannya baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sehingga Ramadhan yang akan datang menjadi lebih baik daripada Ramadhan sebelumnya.

Bila muncul rasa malas disebabkan harus menahan lapr dan dahaga atau tidak termotivasi untuk melaksanakan ibadah-ibadahn sunnah, maka perlu mita renungkan bahwasannya bermilyar-milyar manusia yang sudah wafat saat ini tengah meminta kepada Allah swt. Untuk dihidupkan kembali agar mereka dapat beribadah kembali kepada Allah walaupun hanya sedetik saja dialam dunia ini.

Demikian pula, banyak manusia yang tidak diberi kesempatan untuk menyapa dan beribadah dibulan Ramadhan. Jika bertukar peran dan kesempatan, nampaknya jasad-jasad yang tengah menunggu dibangkitkan akan berbahagia apabila dihidupkan kembali dan diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah. Maka, bagaimana dengan kita yang masih memiliki kesempatan waktu sementara tidak menyiapkan secara matang?

Penting bagi kita untuk bertanya kepada diri kita sendiri, apa sejatinya yang menjadi tujuan hidup kita? Apakah semata-mata untuk menumpuk harta benda yang kita duga akan membuat kita bahagia? Ataukah tujuan hidup kita adalah untuk semata-mata beribadah kepada Allah dan mengharap surge-Nya yang kekal dan abadi?

Jika tujuan kita untuk beribadah kepada Allah dan mengharap surge dari-Nya, maka Ramadhan adalah kesempatan yang dapat dijadikan moment oleh kita untuk menambah pundi-pundi pahala kebaikan sebanyak-banyaknya. Oleh sebab itu marilah kita siapkan diri kita sepenuhnya untuk menghadapi bulan Ramadhan yang beberapa saat lagi akan tiba.

Ditengah pandemi COVID 19 yang mewabah di hampir seluruh penjuru dunia, kita semua berdo’a semoga senantiasa diberi kesehatan serta kesempatan dan juga disampaikan umur kita untuk beribadah dibulan yang penuh berkah ini. Semoga juga wabah COVID 19 Allah angkat dari muka bumi ini sebelum Ramadhan tiba. Aamiin.

“ Yaa Allah berikanlah keberkahan kepada kami di bulan rajab dan sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan yang mulia dan penuh keberkahan”

Leave a Reply