Pengertian Mitigasi Bencana

Memahami Mitigasi Bencana: Pengertian, Jenis, Strategi dan Tahapan

Mitigasi bencana adalah salah satu proses penanganan yang dilakukan terhadap bencana alam, yang mana mitigasi ini dilakukan untuk mengurangi resiko dan dampak dari terjadinya bencana.

Sebagai negara yang memiliki risiko tinggi terjadinya bencana alam, kita harus memahami lebih dalam mengenai mitigasi bencana untuk meminimalisir dampak dan risiko yang terjadi saat kejadian bencana.

Pengertian Mitigasi Bencana

Mitigasi bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi resiko dan dampak kerusakan dari kejadian bencana.

Dalam pengertian lain, mitigasi adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana terhadap masyarakat di kawasan rawan bencana, baok bencana alam, bencana yang diakibatkan ulah manusia, ataupun gabungan dari keduanya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mitigasi adalah kata benda yang memiliki dua makna tergantung konteks penggunaannya. Makna pertama, mitigasi adalah upaya menjadikan berkurang kekasaran atau atau kesuburannya (tentang tanah dan sebagainya). Sedangkan makna kedua, mitigasi adalah tindakan mengurangi dampak bencana.

mitigasi adalah kata benda yang memiliki dua makna tergantung konteks penggunaannya. Makna pertama, mitigasi adalah upaya menjadikan berkurang kekasaran atau atau kesuburannya (tentang tanah dan sebagainya). Sedangkan makna kedua, mitigasi adalah tindakan mengurangi dampak bencana.

Kemudian, menurut Merriam Webster definisi mitigasi adalah tindakan mengurangi sesuatu atau keadaan yang dikurangi: proses atau hasil membuat sesuatu yang kurang parah, berbahaya, menyakitkan, keras, atau merusak.’

Pengertian Mitigasi Bencana
Ilustrasi respon kejadian bencana (Foto: Pixabay)

Jenis Mitigasi Bencana

Mitigasi bencana memiliki tujuan utama yakni untuk mengurangi berbagai dampak dan risiko yang akan timbul karena kejadian bencana seperti risiko kematian dan korban jiwa, dampak ekonomi dan sosial, serta dampak lainnya.

Ada dua jenis mitigasi bencana yang dapat dilakukan untuk mengurangi berbagai risiko yang diakibatkan kejadian bencana antara lain sebagai berikut.

1. Mitigas Bencana Struktural

Mitigasi bencana strukturak adalah upaya yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana dengan membangun berbagai sarana dan prasarana fisik menggunakan teknologi.

Dalam pengertian lain, mitigasi bencana struktural adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana dengan rekayasa teknis bangunan tahan bencana. Rekayasa teknis adalah prosedur perancangan struktur bangunan yang telah memperhatijan berbagai macam karakteristik bencana.

Kemudian, bangunan tahan bencana adalah bangunan yang telah memenuhi berbagai standar yang ditentukan sehingga bangunan tersebut mampu bertahan atau tidak membahayakan apabila terjadi bencana.

Contoh mitigasi bencana struktural antara lain pembangunan waduk untuk pencegahan banjir, memasang alat pendeteksi aktivitas gunung berapi, membuat bangunan tahan gempa, dan penerapan early warning system untuk mendeteksi gelombang tsunami.

2. Mitigasi Bencana Non Struktural

Mitigasi bencana non struktural adalah upaya meminimalisir risiko dan dampak kejadian bencana selain membangun sarana prasarana fisik. Dalam penerapannya, bentuk mitigasi ini dilakukan dengan cara pembentukan peraturan oleh pemerintah dan pihak stake holder lainnya.

Dalam arti lain, mitigasi bencana non struktural adalah upaya meminimalisir risiko dan dampak bencana melalui peraturan dan kebijakan pihak pemangku kebijakan.

Contohnya adalah pembentukan UU PB (Undang-Undang Penanggulangan Bencana), kebijakan tata ruang kota, membuat larangan membuang sampah ke sungai dan saluran air lainnya, serta aktivitas dan kebijakan lainnya yang menjadikan kapasitas masyarakat bertambah dalam menghadapi bencana.

Strategi Mitigasi Bencana

Bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi dapat dicegah atau diminimalisir risiko dan dampaknya melalui upaya mitigasi bencana. Upaya mitigasi bencana tentunya harus dilakukan secara bersamaan baik oleh pihak pemerintah atau stake holder maupun masyarakat lainnya secara umum.

Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam memaksimalkan upaya mitigasi bencana.

1. Pemetaan

Pemetaan merupakan langkah yang sangat penting dalam upaya mitigasi bencana, terlebih di beberapa daerah yang memiliki risiko tinggi atau rawan terjadinya bencana.

Data hasil pemetaan kemudian dapat diginakan sebagai acuan dalam mengambil keputusan dan antisipasi terjadinya bencana.  Dalam hal ini, pemetaan mengani tata ruang wilayah juga diperlukan supaya tidak memicu terjadinya bencana.

Pada penerapannya, pemetaan tata ruang dan rawan bencana belum sepenuhnya terintegrasi dengan baik, pasalnya belum seluruh wilayah dipetakan serta peta yang digunakan ialah peta dasar sehigga menyulitkan proses integrasi di dalamnya.

2. Pemantauan

Pemantauan adalah strategi yang dilakukan setelah proses pemetaan tata ruang dan wilayah yang rawan bencana. Pemantauan dalam hal ini sangat membantu dalam melakukan prediksi terjadinya bencana.

Pemantauan memiliki tujuan untuk memudahkan proses penyelamatan saat bencana terjadi dan dapat juga dijadikan sebagai acuan untuk pembangunan infrastruktur agar tetap memperhatikan AMDAL.

3. Penyebaran Informasi

Penyebaran informasi mengenai tata cara mengenali, mencegah dan penanganan bencana tidak dapat dilepaskan dari proses mitigasi bencana. Penyebaran informasi tersebut dilakukan dengan cara memberikan poster dan leaflet kepada Pemerintah Kabupaten atau Kota dan provinsi yang rawan bencana.

Tujuan dari penyebaran informasi ini ialah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana geologi di kawasan tertentu. Dalam penerapannya, penyebaran informasi memerlukan koordinasi yang matang dari semua pihak yang terkait.

4. Sosialisasi dan Edukasi

Sosialisasi dan edukasi diberikan kepada masyarakat yang mungkin tidak dapat atau belum mengakses informasi mengenai bencana. Pada dasarnya, sosialisasi dan edukasi kebencanaan materinya sama dengan penyebaran informasi diatas, namun pada bagian ini pihak stake holder terkait akan lebih menekankan pelatihan mengenai tata cara pengungsian dan penyelamatan jika terjadinya bencana.

5. Peringatan Dini

Peringatan dini berfungsi untuk memberitakan kondisi suatu daerah atau wilayah agar masyarakatnya lebih siaga. Peringatan dini ini disosialisasikan kepada masyarakat melalui pemerintah daerah dengan tujuan memberikan kesadaran masyarakat dalam menghindarkan diri dari bencana.

Data yang disampaikan dalam peringatan dini merupakan hasil dari pengamatan atau pemantauan daerah rawan bencana berupa saran teknis, pengalihan jalur jalan sementara, pengungsian dan saran penanganan lainnya.

Tahapan Mitigasi dan Penanganan Bencana

Mitigasi bencana merupakan langkah yang memiliki sejumlah prosedur dan tahapan guna mengurangi risiko bencana. Kita tentunya kita juga perlu memahami hal ini sebagai bagian dari meminimalisir risiko dan dampak kerusakan yang diakibatkan bencana.

Berikut adalah beberapa tahapan mitigasi dan penanganan bencana.

1. Mitigasi

Mitigasi adalahlangkah awal dalam proses penanggulangan bencana alam untuk mengurangi dan memperkecil dampak kerusakan bencana. Proses ini dilakukan sebelum bencana terjadi dengan melakukan berbagai kegiatan seperti membuat peta wilayah rawan bencana, bangunan tahan bencana, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan, serta berbagai aktivitas penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang tinggal di lokasi bencana.

2. Perencanaan

Perencaan ini dibuat untuk meminimalkan korban jiwa dan kerusakan saran-saran umum saat terjadinya bencana. Perencanaan ini meliputi upaya mengurangi risiko, pengelolaan sumber daya masyaakat serta pelatihan wagra di wilayah rawan bencana.

3. Respon Bencana

Respon bencana adalah sebuah upaya yang dilakukan utnuk meminimalkan bahwa yang mungkin terjadi karena kejadian bencana. Tahapan ini berlangsung setelah beberapa saat kejadian bencana, yang mana rencana penanggulangan bencana dilakukan dengan fokus pada upaya pertolongan korban bencana dan antisipasi kerusakan yang diakibatkan bencana.

4. Pemulihan

Pemulihan dilakukan beberapa saat setelag kejadian bencana untuk mengembalilan kondisi masyarakat seperti semula. Pada tahap ini fokus penggulangan lebih banyak kepada penyediaan tempat tinggal atau hunian sementara bagi korban serta membangun berbagai sarana dan prasarana yang rusak.

RPK Peduli merupakan lembaga sosial kemanusiaan yang tengah menyiapkan diri untuk terjun dan terlibat dalam proses penanggulangan bencana. Tertarik untuk gabung dalam aksi mitigasi dan respon bencana? Mari gabung bersama kami disini.

Sumber:

Mitigasi Adalah Upaya Mengurangi Risiko, Berikut Adalah Langkah-Langkah dan Contohnya. Diakses dari https://bpbd.bogorkab.go.id/.

Mitigasi Bencana: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Tahapan. Diakses dari https://rimbakita.com/.

Matari Mitigasi Bencana: Pengertian, Jenis, Strategi dan Contoh. Diakses dari https://gramedia.com/.

Mitigasi Bencana Adalah: Jenis, Strategi, Tahapan, Contoh dan Penerapannya. Diakses dari https://lindungihutan.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *