Mencintai Lingkungan dengan Gaya Hidup Minimalis

Mencintai Lingkungan dengan Gaya Hidup Minimalis

World Clean Up Day 2020 jatuh pada tanggal 19 September 2020, semua orang memperingatinya dengan caranya masing-masing, ada sebagian yang memperingatinya dengan gerakan bersih-bersih didaerah atau tempat tinggalnya masing-masing, dan ada juga sebagian yang memperingatinya dengan menggelar diskusi serta kampanye lingkungan bersih tanpa sampah.

Nilai inti yang terkandung dalam peringatan World Clean Up Day ialah tentang bagaimana agar penduduk bumi memiliki peran dalam menjaga bumi sebagai wujud kecintaannya terhadap bumi ini.

Seperti diketahui bersama saat ini, bumi sedang mengalami berbagai bencana dari mulai wabah pandemic covid-19, krisis iklim, longsor, banjir dan lain sebagainya. Tentunya masalah tersebut adalah tanggung jawab bersama agar kita bisa seminimal mungkin untuk mengurangi berbagai resiko bencana yang diakibatkan kebiasaan hidup kita yang kurang bersahabat dengan lingkungan.

Minimalis adalah sebuah cara hidup yang berkesadaran, yakni sadar akan kebermanfaatan serta dampak barang-barang yang kita konsumsi/ gunakan. Selain itu minimalis juga bisa diartikan sebagai kehidupan yang sederhana dan sesuai dengan kebutuhan, artinya ketika gaya hidup minimalis ini telah diterapkan seseorang akan sadar dan kritis mengenai apa yang akan dikonsumsinya, dari manfaat sampai dampaknya terhadap lingkungan.

Gaya hidup minimalis akan mendorong seseorang untuk sadar akan apa yang hendak dilakukan dan apa yang hendak dikonsumsi. Dengan demikian, seseorang akan memiliki skala prioritas mengenai kebutuhan hidupnya, dari mulai kebutuhan yang mendesak, kebutuhan yang bisa ditunda dan kebutuhan yang sifatnya mewah.

Selain itu, kesadaran akan dampak yang dihasilkan dari apa yang digunakan atau dikonsumsi secara tidak langsung mengurangi kerusakan lingkungan yang disebabkan banyaknya limbah-limbah rumah tangga maupun industri. Hal itu dikarenakan dalam konsep hidup minimalis ada sesuatu hal menarik yang ditawarkan yakni minim sampah.

Ditinjau dari segi ruhiah, gaya hidup minimalis akan mendorong seseorang menjadi orang yang senantiasa bersyukur, qana’ah dan zuhud. Sebab, kesederhanaan yang ada dalam gaya hidup minimalis akan mendorong seseorang untuk kembali ke jati dirinya, yakni hidup sesuai dengan kebutuhan.

Minimalis adalah kehidupan yang penuh rasa syukur, sesuai dengan kebutuhan, tidak berlebihan dan tentunya minim sampah. Untuk memulainya kita bisa menggunakan sedikit dalam berbagai hal, sehingga dengan hal sedikit tersebut kita akan mengetahui kadar keburuhan kita yang sebenarnya.

Menurut Maurilia Sophianti Imron Founder Zero Waste Indonesia, Setidaknya ada tiga kunci hidup minimalis yang bisa kita terapkan dan jadikan sebagai gaya hidup, yaitu :

Syukur

Syukur dapat dimaknai sebagai ucapan terima kasih kepada Allah swt. atas segala nikmat yang telah diberikan oleh-Nya kepada kita. Syukur merupakan kunci utama dari gaya hidup minimalis, sebab tanpa ada rasa syukur dalam diri, seseorang cenderung akan lebih rakus dan boros, sehingga dampaknya akan menggunakan/mengkonsumsi sesuatu dengan berlebihan dan akhirnya boros juga dalam penggunaan sampah.

Sadar

Setelah mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt, kemudian kita diwajibkan sadar, yakni sadar akan apa yang hendak kita konsumsi. Sangat dibutuhkan atau tidak, bisa diganti/pinjam dari orang lain atau harus beli dan sadar akan dampaknya, baik atau tidak bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Cukup

Cukup disini artinya hidup sesuai dengan kebutuhan, yakni dengan cara menyederhanakan standar hidup kita. Namun ketika kita menyederhanakan standar hidup, bukan berarti hal tersebut harus menjadikan/memposisikan diri kita sebagai orang yang tidak mampu. Akan tetapi dengan gaya hidup minimalis setidaknya menjadikan kita sebagai pribadi yang cukup dan jika ada kelebihan maka sebaiknya ditabungkan atau disedekahkan.

Allah swt. melarang hamba-Nya untuk hidup berlebih-lebihan atau bermegah-megahan, gaya hidup minimalis mengajarkan kita untuk hidup sesuai dengan kebutuhan, menghindari pemborosan, serta mendorong seseorang untuk menjaga lingkungannya.

Leave a Reply