You are currently viewing Memetik Hikmah di Balik Musibah dan Bencana

Memetik Hikmah di Balik Musibah dan Bencana

Akhir-akhir ini Indonesia dilanda duka yang mendalam, berbagai musibah datang silih berganti di negeri ini.  Mulai dari jatuhnya pesawat sriwijaya airlines di laut Kepulauan Seribu, wafatnya para ulama, tanah longsor, gempa bumi, banjir bandang serta Covid-19 yang belum menunjukan tanda segera sirna.

Dibalik musibah dan bencana alam yang menimpa bangsa ini pasti banyak sekali hikmah yang dapat dipetik. Musibah dan bencana bagi seorang mukmin hendaknya menjadi proses penyadaran, pembelajaran dan pendewasaan mental spiritual sekaligus menjadi bahan muhasabah, tadabur, dzikrullah dan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam kejadian bencana alam yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia, setidaknya ada beberapa hikmah yang dapat dipetik sebagai berikut.

  1. Musibah sebagai peringatan

Musibah yang melanda bangsa ini bisa jadi merupakan salah satu cara Allah untuk mengingatkan hamba-Nya agar tidak melampaui batas, tidak melakukan kemaksiatan dan kerusakan dibumi ini. Musibah juga dapat menyadarkan seorang hamba agar bertobat dan mendekatkan diri kepada Allah.

  1. Musibah dapat meningkatkan keimanan kepada Allah

Musibah yang terjadi mengajarkan kita akan pentingnya integrasi ibadah dan isti’anah (memohon pertolongan hanya kepada Allah).  Selanjutnya integrasi keimanan ini dibuktikan dengan peneguhan iman, ilmu, dan amal shaleh dengan tidak mengeluh dan menyalahkan berbagai pihak.

Ketika musibah dan bencana datang, seluruh umat manusia harus menghadapinya dengan keimanan dan kesabaran sehinnga menimbulkan kesadaran dalam dirinya bahwa manusia itu miliki Allah dan pasti akan kembali kepada-Nya.

  1. Musibah sebagai bentuk kasih sayang Allah

Musibah yang terjadi bisa jadi juga sebagai bentuk manifestasi kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Bagi seorang hamba yang mampu melewatinya dengan kesabaran maka baginya telah disiapkan pahala yang sangat besar. Rasulullah saw. Bersabda :

. “Sesungguhnya pahala besar itu sebanding dengan ujian yang berat. Apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian kepada mereka. Siapa yang ridha, maka ia akan meraih ridha Allah. Sebaliknya, siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR Ibn Majah).

  1. Musibah mengajarkan pentingnya rasa optimis

Kita semua mengetahui, ketika semua dilanda musibah pada awalnya akan berduka. Namun, secara perlahan dan pasti duka tersebut akan berganti menjadi sukacita dan bahagia. Sebab, musibah yang terjadi pada dasarnya mengajarkan kita untuk terus bersikap optimis karena kehidupan ini tidak selamanya dalam sulit dan penuh duka. Badai pasti berlalu karena dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

  1. Musibah menumbuhkan kepedulian terhadap sesama

Musibah yang terjadi tentunya menjadikan semua orang bersatu untuk bersama-sama menghadapi bencana yang terjadi. Tidak sedikit orang yang menyumbangkan sebagian hartanya, tenaga dan bahkan pikirannya untuk membantu para korban bencana. Sehingga dengan musibah yang terjadi solidaritas dan persaudaraan sesama warga menjadi meningkat dan semakin kuat.

  1. Musibah jadi penggugur dosa

Musibah merupakan bentuk ujian bagi hamba-Nya. Barang siapa yang mampu melewatinya dengan keimanan dan kesabaran maka ia akan mendapatkan pahala yang besar. Salah satu hikmah terbesar dari terjadinya musibah ialah menjadi penggugur dosa. Rasulullah saw. bersabda : “Tiada sebuah musibah pun yang menimpa Muslim melainkan dengannya Allah menghapuskan kesalahan-kesalahannya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, banyaknya musibah harus menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar dan tobat kepada Allah Yang Maha Pengampun. Semoga musibah yang menimpa bangsa ini dapat menumbuhkan rasa persaudaraan, kepedulian dan persatuan bangsa. Aamiin

Tinggalkan Balasan