Ini Dia Jenis-jenis Luka dan Cara Menanganinya

Ini Dia Jenis-jenis Luka dan Cara Menanganinya

Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang tidak terduga dapat terjadi dalam diri kita, salah satunya terjatuh atau hal-hal lain yang membuat kita cedera. Dan ketika cedera kebanyakan sering diikuti dengan munculnya luka dikulit.

Secara garis besar, luka yang muncul bisa dibagi kedalam dua jenis luka yakni luka terbuka dan luka yang tertutup. Dimana kedua kategori tersebut juga masih terdiri dari beberapa jenis luka dan cara penangannya masing-masing yang berbeda.

Adapun perbedaan cara penanganan tersebut dikarenakan perbedaan karakteristik yang dimiliki luka terbuka dan luka tertutup berbeda, sehingga perlu penanganan yang tepat agar bisa membantu mempercepat proses penyembuhan luka tersebut.

Untuk luka yang terbuka terjadi karena jaringan kulit terluar mengalamin kerusakan sehingga menyebabkan jaringan dibawahnya terlihat dengan lingkungan eksternal. Sedangkan pada luka tertutup, jaringan kulit terluar tidak mengalami kerusakan atau tetap utuh, hanya saja efek dari cedera yang terjadi mengenai kulit didalamnya atau kulit bagian dalam.

Dikarenakan setiap luka memiliki karakteristik yang berbeda dan tentunya berbeda juga cara penanganannya, berikut adalah beberapa jenis luka dan cara penanganan pertamanya sesuai dengan jenis lukanya.

Luka terbuka

Luka terbuka ialah luka yang terjadi dikarenakan jaringan kulit luar mengalami kerusakan, Jika luka tergolong ringan, berikut adalah beberapa jenis luka terbuka serta cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya dari infeksi.

Luka lecet

Luka lecet atau dikenal dengan istilah abrasi terjadi ketika kulit bergesekan dengan permukaan yang kasar atau keras seperti batu atau jalanan. Biasanya luka jenis ini tidak mengeluarkan banyak perdarahan, tetapi sedikit perih terlebih jika tersentuh atau terkena air. Untuk pertolongan pertamanya luka perlu digosok dan dibersihkan agar tidak infeksi.

Cara membersihkannya, cuci tangan sampai bersih pakai sarung tangan. Kemudian bersihkan luka dengan menggosok lembut menggunakan sabun, air dan lap bersih. Selanjutnya oleskan salep antibiotik atau obat luka ke area yang terlkuka, lalu balut area yang terluka dengan perban. Jangan lupa cuci tangan kembali setelah membersihkan luka anda.

Luka sobekan

Luka sobekan yang dikenal juga dengan sebukan laserasi ini disebabkan oleh kecelakaan menggunakan pisau atau alat tajam lainnya. Jika luka tidak terlalu dalam, kita semua bisa melakukan penanganan atau pertolongan pertama secara sendirian.

Adapun cara penanganannya ialah bersihkan luka terlebih dahulu, pertama cuci tangan sebelum mebersihkan luka. Bersihkan luka dibawah air  mengalir dengan sabun ringan ber-pH rendah. Beri tekanan pada area luka, bisa menggunakan kapas maupun kasa steril. Angkat bagian tubuh yang terluka lebih tinggi dari dada untuk mengendalikan pendarahan. Selanjutnya tutup luka dengan perban untuk menjaga kebersihan area luka.

Luka tusukan

Luka tusukan biasanya disebabkan oleh benda tajam yang runcing seperti paku atau jarum. Luka tusuk ini biasanya tidak terlalu banyak mengeluarkan darah.tapi jika tusukan tersebut terlalu dalam, bisa saja merusakn organ atau lapisan di bawahnya.

Adapun jika anda inginan melakukan penanganan pertama pada jenis luka ini, cara yang tepat adalah mencuci luka tersebut dibawah aliran air sabun yang kuat. Kemudian, oleskan larutan anti septik dan balut luka dengan perban. Hindari penggunaan salep atau membalut luka ini dengan ketat, sebab hal tersebut malah bisa meningkatkan resiko infeksi.

Bila Anda ingin melakukan penanganan pertama pada jenis luka ini, cara yang sesuai adalah mencuci luka di bawah aliran air sabun yang kuat. Oleskan larutan antiseptik dan balut luka dengan perban. Jangan menggunakan salep atau membalut luka ini terlalu ketat karena malah akan meningkatkan risiko infeksi.

Untuk keamanan dan kenyamanan serta mendapatkan kepastian luka baik-baik saja, lebih baik pergi ke dokter guna mengetahui penanganan serta pencegahan infeksi yang akurat.

Agar lebih memastikan bahwa luka baik-baik saja, lebih baik segera pergi ke dokter untuk mengetahui pencegahan infeksi yang akurat.

Luka bakar

Luka bakar seringnya diakibatkan  oleh panas yang berlebih seperti paparan sinar matahari, kontak langsung dengan api, bahan kimia ataupun listrik. Untuk mengatasinya, pertama dinginkan terlebih dahulu luka dengan air dingin yang mengalir atau tempelkan kompres dingin sampai sakitnya berkurang.

Adapun jika luka bakar tersebut menyebabkan kulit mulai melepuh dan pecah, bersihkan dengan air. Kemudian oleskan salep antibiotik kecuali jika muncul ruam. Setelah luka mendingin dan sakit agak mereda, oleskan losion untuk mencegah pengeringan. Tutup luka dengan longgar menggunakan kasa steril.

Luka tertutup

Luka tertutup disebabkan oleh trauma tumpul yang terjadi akibat terjatuh atau mengalami kecelakaan kendaraan bermotor. Meski tidak merusak jaringan luar, kerusakan yang diakibatkan oleh luka tertutup bisa meliputi otot, organ dalam dan tulang. Berikut adalah beberapa jenis luka tertutup yang harus anda ketahui.

Kontusio

Kontusio merupakan cedera yang umum pada aktivitas olahraga. Trauma tumpul jenis ini dapat merusak pembuluh darah kecil, kapiler, otot beserta jaringan-jaringan dibawahnya. Pada beberapa kasus, kontusio juga dapat menyebabkan kerusakan pada bagian tulang, kemuculannya ditandai dengan memar yang berwarna kemerahan hingga kebiruan pada area yang terluka.

Hematoma

Pada dasarmua hematoma serupa dengan luka kontusio yakni menyerang pembuluh darah kecil dan kapiler yang mengakibatkan pengumpulan darah. Adapun perbedaannya, hematoma muncul berupa benjolan kenyal seperti karet yang bernama lesi.

Pada jenis luka seperti hematoma ini harus segera diberi penanganan yang sesuai agar bisa mengontrol rasa sakit serta menjaga peradangan tersebar seminimal mungkin, jika luka tersebut berkategori ringan. Anda cukup melakukan pengompresan pada bagian luka dengan menggunakan es atau air dingin.

Namun jika luka termasuk kedalam kategori yang serius, dokter bisa melakukan pembedahan. Salah satunya pada sindrom kompartemen, dokter akan membedah luka untuk membiarkannya terbuka dua sampai tiga hari sambil ditutup dengan perban steril untuk meredakan pembengkakannya.

Adapun jika ada potensi terjadinya patah tulang, penanganan luka cedera ditambah pemindaian dengan x-ray juga mungkin perlu untuk dilakukan.

Leave a Reply