Bukan Rezekinya Yang Sedikit, Bersyukurnya Aja Yang Kurang

Bukan Rezekinya Yang Sedikit, Bersyukurnya Aja Yang Kurang

Sahabat, Bersyukur merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kita kepada Allah swt. atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah Yang Maha Kuasa. Selain itu, bersyukur juga merupakan wujud keimanan dalam diri seseorang kepada Allah swt. yang senantiasa memberikannya banyak rezeki dalam setiap detik kehidupan ini.

Dengan bersyukur hati akan menjadi tentram dan lebih dekat dan diridhoi oleh Yang Maha Ghafur. Dengan bersyukur sekecil apapun jumlah kenikmatan yang diberikan semuanya akan berkah bahkan terus bertambah, karena Allah swt. telah berjanji akan menambahkan nikmat kepada siapa saja hamba-Nya yang bersyukur atas karunia yang telah diberikan-Nya.

Dengan demikian, ketika hari terasa sempit, rezeki dirasa sedikit dan menjadikan hidup serba sulit maka yang perlu kita pertanyakan kepada diri kita sendiri ialah, sudahkah kita bersyukur hari ini? sebab, yang menjadi semuanya terasa sempit, sedikit dan serba sulit ialah hati kita sendiri yang kurang bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh-Nya.

Kita menyadari bahwa sesungguhnya salah sifat manusia ialah tidak pernah merasa puas akan sesuatu, sehingga ketika mendapatkan sesuatu akan terus merasa kurang atau menginginkan sesuatu yang lebih dari itu. Dengan demikian, dalam mengimbangi hal tersebut cara yang paling mustajab ialah dengan mendidik diri untuk senantiasa bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah kepada kita.

Sahabat, ketahuilah bahwa sesuatu yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah swt. dan sebaliknya sesuatu yang menurut kita buruk bisa jadi itu yang terbaik untuk kita menurut Allah swt. Untuk itu mari kita senantiasa bersyukur karena yang membuat kita merasa sempit dan serba sulit bukanlah rezeki kita yang sedikit, melainkan bersyukurnya kita yang kurang.

Hikmah Bersyukur Kepada Allah swt.

‘Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya, jika kamu “bersyukur”, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (QS Ibrahim [14]: 7).

Sudah seharusnya kita sebagai hamba bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Mulai dari dalam kandungan seorang ibu sampai hari ini kita menjadi manusia yang bisa berpikir hingga kembali pada-Nya adalah nikmat Allah yang tak terhingga. Mulai dari kesenangan hiduo, rezeki dan kasih sayang serta rahmat-Nya yang tak pernah putus.

Akankah kita mengingkari , menentang, melanggar dan tidak mau mengabdikan diri pada-Nya? Dari ayat diatas, kita bisa mengambil hikmah bahwa bersyukur merupakan jalan terbaik untuk mencari keridhoa-Nya. dan sebaliknya ketika kita mengingkari nikmat-Nya, maka hal tersebut merupakan jalan terburuk dan bisa mendatangkan Azabnya yang sangat pedih.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi No. 1877 rasulullah saw. bersabda “Siapa yang tidak pandai bersyukur (berterima kasih) kepada manusia, berarti ia belum bersyukur kepada Allah.” Abu Isa berkata, ”Ini adalah hadis hasan sahih.”

Dengan memperbanyak syukur, kita semua akan menyadari bahwa kita hanyalah seorang hamba yang memiliki banyak kelemahan dan kekurangan dihadapan Allah swt. Sehingga dengan bersyukur akan menjadikan hati kita bersih dari segala keserakahan yang menyempitkan hati kita.

Sedekah Sebagai Bentuk Rasa Syukur

Salah satu “bentuk rasa syukur” seorang hamba ialah dengan memanfaatkan atau menggunakan nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah kepadanya untuk kebaikan-kebaikan, dimana kebaikan tersebut merupakan salah satu cara untuk meraih keridhoan-Nya.

Dalam hal ini sedekah merupakan salah satu amal ibadah yang baik, dimana amal ini bisa dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat dari-Nya baik berupa kelapangan rezeki, kesehatan yang paripurna serta terhindarnya dari berbagai marabahaya yang bisa kapan saja mengintai kita.

Kesehatan yang paripurna, rezeki yang melimpah, dan nikmat-nikmat lain dalam kehidupan pada dasarnya merupakan sebuah titipan dan suatu saat akan dimintai pertanggung jawaban. Apakah digunakan untuk sesuatu yang baik dan bermanfaat atau sebaliknya?

Yuk, gunakan kelimpahan harta dan kesehatan kita untuk kebermanfaatan orang lain, insyaallah akan menjadi keberkahan bagi semuanya serta menjadi pemberat timbangan amal baik di hari perhitungan kelak.

Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur membuka kesempatan bagi sahabat semua untuk mendonasikan donasi terbaiknya. Sahabat bisa memilih program zakat, infaq, shadaqah maupun wakaf. Untuk info selanjutnya hubungi contact person kami.

Leave a Reply