Bahaya Menyisakan Makanan Terhadap Lingkungan

Bahaya Menyisakan Makanan Terhadap Lingkungan

Makanan adalah kebutuhan pokok manusia, tanpanya manusia tidak akan bertahan hidup dalam waktu lama. Selain itu, makanan juga merupakan salah satu nikmat yang diberikan Allah swt kepada manusia yang wajib disyukuri dan akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak.

Untuk memenuhi kebutuhan energi dalam beraktivitas, rata-rata setiap orang makan sebanyak tiga kali dalam sehari. Disamping orang tersebut harus menambah porsi makannya berupa cemilan atau lainnya untuk menemani aktivitasnya.

Sayangnya, sampai saat ini masih banyak sekali ditemukan makanan sisa yang tidak habis dikonsumsi. Dan banyak juga mungkin diantara kira yang membeli makanan banyak atau berlebih namun tak sanggup menghabiskannya sehingga makanan tersebut berujung di tempat sampah.

Jika kita sering melakukan hal ini atau disekitar kita masih sering ditemukan kejadian seperti ini maka sebaiknya mari bersama-sama merubah kebiasaan buruku tersebut. Ambilah dan belilah makanan secukupnya kemudian habiskan. Sebab, membuang atau menyisakan makanan lalu membuangnya ke tempat sampah termasuk mubazir dan tidak disukai oleh Allah swt.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya Allah membeci kalian karena 3 hal: “katanya-katanya” (berita dusta), menyia-nyiakan harta (mubadzir), dan banyak meminta.

Sahabat, menyisakan makanan merupakan salah satu hal yang mubazir meskipun hanya satu butir nasi saja. Artinya ketika kita membeli makanan banyak dan tidak menghabiskannya maka kita  telah menyia-nyiakan harta kita. Selain itu, menyisakan makanan dan membuangnya ketempat sampah juga tidak baik bagi lingkungan.

Makanan yang tersisa dan dibuang akan menjadi sampah makanan atau yang dikenal dengan food waste, dimana food waste ini memiliki dampak  buruk bagi lingkungan. Lalu apa sajakah dampak buruk dari food waste? Berikut adalah dampak buruk food waste terhadap lingkungan.

  1. Sampah Makanan Menghasilkan Gas Metana

Makanan yang tersisa dan kemudian di buang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) aakan membusuk dan mengeluarkan gas metana. Dimana gas metana ini sangat berperan terhadap adanya pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim global.

Adapun gas metana yang dihasilkan oleh sampah organik di TPA 25 kali lebih kuat, dan angka ini mengalahkan polusi karbon yang dihasilkan oleh knalpot kendaraan biasa.

  1. Menyia-nyiakan air dan energi

Apabila kita menyisakan makanan di piring kita lalu membuangnya ke tempat sampah, hal itu sama halnya seperti kita membuang-buang ari dan energi pada proses produksi bahan makanan/makanan.

Kita mungkin tidak mengetahui, bahwa dalam sebuah proses produksi banyak air yang diperlukan untuk menanam, menumbuhkan,mempertahankan serta memproduksi bahan makanan.Sehingga ketika kita membuang-buang makanan, sama halnya kita menyia-nyiakan pasokan air.

  1. Merusak Ekosistem dan Mengurangi Keanekaragaman Makhluk Hidup

Sahabat, untuk memproduksi makanan, banyak sekali flora dan fauna yang musnah akibat rusaknya lahan sebagai akibat produksi apangan. Salah satu contohnya adalah alih fungsi lahan untuk peternakan atau pertanian. Selain itu, lautan juga turut terdampak akibat penangkapan ikan secara.

Hal ini tentu bisa berakibat terhadap berkurangnya populasi ikan di lautan dan berdampak buruk pada keragaman hayati. Coba bayangkan, setelah semua kerusakan tersebut, kita justru membiarkan makanan yang dihidangkan tidak habis lalu harus terbuang ke tempat sampah.

Leave a Reply